Monexnews - Performa nilai tukar euro makin tidak menentu di tengah merebaknya krisis hutang kawasan. Paritas EUR/USD kini bukan hal yang mustahil.
Euro menembus level terendah dalam 2 tahun terakhir terhadap dollar pada hari Kamis. Banyak pihak langsung bergegas merevisi target harga untuk pasangan mata uang itu. Kepala Riset Mata uang Global Barclays, Paul Robinson adalah salah satunya. Ia sekarang memprediksi EUR/USD jatuh ke $0.98-$1.11 jika mengacu pada skenario keluarnya Yunani dari eurozone. "Pertimbangannya adalah tekanan krisis yang makin kuat, kurangnya dukungan pemimpin Eropa dan kisruh politik Yunani," ujar Robinson dalam risetnya.
Euro sudah merosot 5,5% sejak pemilihan umum Yunani 6 Mei silam. Kekosongan kekuasaan membuat negara itu masih harus menggelar pemilu ulang 17 Juni mendatang. Hasil pemilu itu nantinya akan menentukan eksistensi Yunani di komunitas pengguna euro. Robinson memperingatkan efek dari pemilu 17 Juni akan lebih besar dibanding dampak pemilu terdahulu. "Jika Yunani keluar, Euro akan melemah terhadap dollar, yen dan sterling," tambahnya.
Sementara Sean Callow, Strategis Senior Westpac, tidak menutup kemungkinan euro mencapai level paritas 1:1 terhadap dollar. Namun ia cenderung melihat adanya kemungkinan koreksi 10 sen jika Yunani memutuskan hengkang. "Paritas mungkin saja, euro pernah anjlok 35 sen di semester II 2008," ujar Callow. Akan tetapi ia bersikukuh efek krisis euro tahun 2012 tidak akan separah saat itu sehingga peluang paritas masih lebih kecil ketimbang koreksi dalam semata.
(dim)

Komentar