Senin, 11 Desember 2017

Millennial Financial Success Stories

Yasa Paramita Singgih, Founder Men’s Republic: Berani Melangkah Untuk Meraih Kesuksesan Finansial

Jumat, 17 November 2017 10:27 WIB
Dibaca 5015

Monexnews -  Pemuda yang masih berusia 22 tahun ini sudah merintis usaha sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Berada dalam situasi kepepet karena kondisi ayahnya yang sakit jantung dan kesulitan keuangan, ia berubah menjadi pria mandiri di usia belia. 

Yasa Paramita Singgih, nama pria itu, pernah jatuh bangun dalam membangun bisnis. Bahkan Yasa pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah di usia 18 tahun saat menjalankan bisnis kuliner di mal.

Yasa kini mengurusi bisnis sepatu dengan merk Men’s Republic. Menyasar pasar kaum millennials, Yasa menawarkan produk sneaker dan sepatu kantoran  dengan desain kekinian.

Yasa pun pernah dinobatkan sebagai juara satu Wirausaha Muda Mandiri Nasional Kategori Mahasiswa Kreatif pada 2015, Marketeers Youth of the year of 2016 oleh Mark Plus, The Youngest Forbes 30 Under 30 Asia in Retail & E-Commerce Category 2016. Dan yang terbaru di tahun ini (2017) mendapatkan Global Student Entrepreneurship Award Indonesia dan Asia Pasific.

Investasi-Millennials.com pun berkesempatan mewawancarai pria berkacamata minus tersebut di kantornya. Berikut petikan wawancara dengan Yasa.

Dengan keberhasilan yang luar biasa di usia 22 tahun, bisa diceritakan bagaimana proses perjalanan kamu hingga meraih kesuksesan?

Pertama kali saya mulai usaha di tahun 2012, saat itu saya baru 17 tahun dan masih sekolah (SMA). Saya mulai usaha karena termotivasi untuk tidak menyusahkan orang tua. Kebetulan ada kejadian yang mengubah hidup saya yaitu ayah saya sakit jantung. Akhirnya saya terpikir untuk tidak membebani orang tua dan mencoba untuk mulai usaha.

Awal mula usaha saya adalah menjual kaos dengan mengambil barang dari Tanah Abang. Sebenarnya saat itu sudah menggunakan nama Men’s Republic dengan jualan di toko online di Kaskus tahun 2011-2012. Selanjutnya saya mencoba usaha kuliner di tahun 2012-2013, dan barulah di pertengahan tahun 2014 saya bangun kembali Men’s Republic.

Apa yang menjadi momentum keberhasilan setelah sempat mengalami kegagalan?

Jadi di pertengahan 2014 saya rugi dalam bisnis kuliner, tapi lagi-lagi karena kondisi yang memaksa dimana saat itu saya sudah harus masuk kuliah, saya harus bayar uang kuliah, dan berbagai macam kebutuhan yang sudah semakin besar. Saya kemudian berpikir untuk (bangun) usaha lagi.

Saya kembali lagi ke bisnis fesyen, saya coba hidupkan kembali bisnis Men’s Republic yang sempat saya tinggal. Awalnya Men’s Republic fokus di kaos, tapi di 2014 kita beralih ke sepatu karena ayah saya pernah bekerja di perusahaan sepatu. Lagi-lagi keberuntungan datang kepada saya. Bisnis sepatu berjalan dengan lumayan.

Siapa yang menjadi inspirasi bisnis ini?

Untuk inspirasi bisnis, ayah saya. Karena dari saya kecil sampai ayah saya pensiun tahun 2014, saya ikut ke toko sepatu karena ayah saya kerja di perusahaan sepatu. Untuk role model saya saat ini Amancio Ortega. Beliau pemilik Zara. Kemudian Tadashi Yanai, pemilik Uniqlo. Mereka termasuk orang terkaya di dunia. Dari mereka saya punya mimpi bahwa suatu saat nanti saya bisa seperti mereka dengan jualan di retail di luar negeri.

Bagaimana pengaruh pasar millennials terhadap bisnis ini?

Saya melihat banyak mudahnya karena generasi millennials bersedia mengeluarkan uang lebih banyak untuk lifestyle dibandingkan kebutuhan dasar. Bisnis fesyen kan bisnis lifestyle. Jadi itu sangat menguntungkan bagi saya. Karena begini, kalau hanya mencari sepatu berdasarkan fungsi, mereka bisa dapatkan dimana saja. Tapi bagi mereka yang beli sepatu di Men’s Republic, buka hanya membeli fungsi, mereka dapat kebanggaan (menggunakan) Men’s Republic.

Apa strateginya supaya nama Men’s Republic dikenal luas oleh millennials?

Kami berencana buat event rutin tiap bulannya, namanya Gentlemen Forum. Event ini bisa disebut brand activation Men’s Republic atau ajang kumpul-kumpul ribuan pelanggan kami yang selama ini belum pernah ketemu kami karena belanja lewat e-commerce doang. Kami ingin mengumpulkan mereka dan bikin talkshow tentang lifestyle pria seperti bisnis, karir, creativepreneur, olahraga, otomotif, dan segala sesuatu yang terkait dengan lifestyle pria. Kita juga akan mengundang tokoh-tokoh keren di sana.

Bisa diceritakan apa target Men’s Republic selanjutnya?

Pasti suatu saat kita mengincar pasar internasional tapi untuk saat ini masih fokus di Indonesia. Ketika pangsa pasar sudah bagus di Indonesia, pasti kita selalu cari ruang untuk tumbuh. Mudah-mudahan ruang bertumbuh itu bisa saya maksimalkan untuk ekspansi ke luar negeri.

Berhasil secara finansial seperti sekarang, apakah kamu berinvestasi juga di pasar keuangan?

Untuk saat ini saya berinvestasi reksa dana dan emas fisik.

Apa sih yang menarik dari berinvestasi di reksa dana dan emas?

Saya merasa nyaman berinvestasi di produk tersebut daripada saya hanya memegang uang tunai.

Sebagai seorang millennial Indonesia, apa saran dari kamu untuk berinvestasi dan merdeka secara finansial?

Pertama, kita harus tahu tujuan dari investasi, selanjutnya buat strateginya lalu pilih “kendaraan” yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Dan yang paling penting adalah berani untuk melangkah.

  

Nah, demikianlah hasil dari pembicaraan kami tim investasi millennial dengan Yasa Paramita Singgih, Anda juga bisa membaca kisah inspiratif Millennials lain dengan klik link ini Investasi Millennial

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `