Sabtu, 22 Juli 2017

Millennial Financial Success Stories

Yukka Harlanda, Founder BRO.DO: Jangan Menyerah Untuk Mencapai Kesuksesan Investasi

Kamis, 15 Juni 2017 12:40 WIB
Dibaca 5304

Berawal dengan modal 3,5 juta rupiah  Yukka Harlanda berhasil mengembangkan investasi usaha sepatu mereka BRO.DO dengan jumlah jutaan pelanggan. Sukses berinvestasi di sektor riil, Yukka tidak lupa berinvestasi di pasar keuangan karena merupakan investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang

Yukka Harlanda adalah salah satu generasi millennial Indonesia yang bersinar, sukses mengembangkan investasinya pada merek BRO.DO, salah satu produk fesyen yang sangat disukai oleh para pria di Indonesia.

Kesuksesan Yukka Harlanda berawal dari sulitnya dia mencari ukuran sepatu besar. Kesulitan ini menjadi berkah terselubung karena berbekal inspirasi dari temannya, ia berhasil membangun usaha dengan memberdayakan pengrajin sepatu di Cibaduyut, Bandung.  Dengan patungan modal awal masing-masing 3.5 juta rupiah, mereka berhasil mengembangkan BRO.DO hingga sebesar sekarang.

Tim Investasi Millennial mendapatkan kesempatan melakukan wawancara dengan Yukka. Berikut hasil wawancara kami:

 Yukka, boleh diceritakan bagaimana awalnya hingga BRO.DO mencapai kesuksesannya  seperti saat ini? Apa dan siapa yang menjadi inspirasinya?

Pemicu awalnya adalah karena masalah pribadi dengan ukuran kaki saya nomor 46, ukuran sepatu yang susah ditemukan di sini.

Hingga akhirnya sewaktu kuliah, saya mendapat tugas, dengan syarat harus selalu tampil rapi, kemudian saya mencari sepatu di Bandung dan ternyata tidak menemukan ukuran 46. Kemudian cari di Jakarta, ternyata ada tapi sepatunya mahal dan kurang bagus desainnya. Saya tidak terima keadaan seperti ini,

Dari hasil ngobrol ngalur ngidul dengan partner saya si Uta (Putera Dwi Kurnia), akhirnya kita kepikiran kenapa gak bikin saja di Cibaduyut. Setelah kita ke sana, ternyata emang bener pengrajin di sana bisa bikin sepatu sesuai ukuran kaki saya.

Ternyata banyak sekali sepatu merek luar negeri dibikin di sana. Tapi anehnya,  brand asli Indonesia kok gak ada yang dibuat di sana hingga saya mulai berpikir pasti ada yang salah. Dari situ kita berpikir kenapa bukan kita aja yang bikin, hingga akhirnya jalan sampai sekarang.

Untuk saat ini apa tantangannya dalam mengembangkan BRO.DO, terutama di era digital?

Tantangannya sebenarnya berbeda-beda, tergantung tahapannya. Di tahap awal, tantangannya adalah membuat barang ini laku, selain itu modal kita sangat minim  sehingga kita dipaksa harus bisa kreatif.

Hingga akhirnya terpikirkan kenapa tidak dijual secara online saja. Karena modalnya minim, kita manfaatkan media sosial saat itu dan itu lebih efektif karena kita bisa komunikasi langsung dengan pelanggan.

Tantangan selanjutnya adalah bagaimana membangun tim. Dengan tim yang berkekuatan 100 orang, tantangannya adalah bagaimana membuat 100 orang ini bekerja dengan baik karena masing-masing memiliki motivasi yang beda-beda.

Apa yang membuat pelanggan tertarik dan loyal dengan BRO.DO sehingga saat ini jumlah follower BRO.DO mencapai 1.7 juta ?

 Jadi kita di BRO.DO ada tiga pilar kesuksesan. Pertama, desain dan kualitas, itu berkaitan dengan produk kita. Pilar kedua adalah pelayanan dimana kita berusaha memberikan pelayanan dengan standar yang tinggi, dan terakhir budaya perusahaan.

Kita selalu membangun hubungan baik dengan pelanggan. Kalau kita menjual lewat retail di mall, maka kita tidak ada berkomunikasi dengan pelanggan kecuali kita buka toko sendiri. Karena toko biasanya hanya sebagai media untuk jualan saja, bukan untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Nah menjual lewat media sosial ini berbeda, karena ada saat-saat dimana kita bisa membangun hubungan baik dengan pelanggan. Makanya kita beruntung sewaktu membangun BRO.DO media sosial sedang diadopsi tinggi-tingginya.

Saat ini  BRO.DO juga memiliki beberapa toko fisik, kira-kira apa konsepnya karena di awal berdiri fokus di media sosial?

Fokus kita untuk toko offline ini untuk experience building, untuk lebih meyakinkan pelanggan akan produk-produk kita. Dan untuk tahun depan, kita akan fokus untuk membesarkan ukuran toko dan akan memberikan cerita-cerita dan detail produknya.

Untuk saat ini berapa sih target umur dari pelanggan BRO.DO?

Untuk awal-awal target kita adalah anak kuliahan karena waktu itu saya masih kuliah. Begitu saya sudah lulus, maka target umur  pelanggan juga mengikuti. Untuk saat ini targetnya adalah para millennial yaitu umur 19-35 tahun. Namun untuk mayoritas pelanggan berumur  25 tahun.

Dengan target pelanggan yang millennial, apa yang BRO.DO lakukan untuk menarik dan mempertahankan minat mereka terhadap BRO.DO?

Kalau yang saya lihat profil millennial itu dalam membeli sesuatu gak cuma hanya beli barang. Dalam membeli sesuatu mereka pengen ada cerita, bukan asal beli untuk dipakai saja. Karena mereka sangat bangga akan dirinya sehingga ingin ada sesuatu. Karena itu brand BRO.DO yang Indonesia banget sangat penting untuk menjangkau millennial.

BRO.DO saat ini menjadi offical footwear untuk PSSI, boleh berbagi cerita bagaimana proses BRO.DO hingga bisa bekerja sama dengan mereka?

Awal pemicunya adalah sewaktu saya nonton final sepak bola AFF di stadion Pakan Sari di tahun 2016, saya sangat tertarik dengan atmosfir di stadion yang luar biasa, apalagi sewaktu dinyanyikan lagu Indonesia Raya. Hanya saja sewaktu kamera menyorot pemain timnas  dengan seragam yang diisi dengan logo Garuda dan Nike, saya  berpikir, wah ini enggak keren banget, karena ada merek asing di seragam. Saya ingin suatu hari ada lambang BRO.DO sejajar dengan lambang garuda di seragam timnas.

Tidak lama kemudian saya dihubungi oleh orang PSSI yang mengajak kerja sama. Kita tentu sangat senang dengan tawaran tersebut walau kita juga tidak tahu alasan mereka menghubungi kami. Jadi kepengurusan PSSI yang baru ini ingin menciptakan image baru, Setelah melihat profil timnya yang masih muda, dengan pelatih yang masih baru, dimana banyak orang yang meragukan, kita berpikir kondisinya mirip dengan BRO.DO. Dan karena sepak bola adalah alat pemersatu bangsa, kita merasa terhormat untuk dapat mendukung PSSI.

Terkait dengan brand ambassador, saat ini Brodo menggunakan Bambang Pamungkas sebagai ikonnya, bisa di jelaskan mengenai hal tersebut?

Pertama, gue mengidolakan dia  dan customer base kita semua mengenal dia. Kita memilih dia karena bukan berdasarkan umur, namun spiritnya. Yang bikin dia menjadi ikon kita adalah dari prestasinya, punya idealisme sendiri, dan mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional, dan dia pria yang gentlemen. Semua image tersebut membantu meningkatkan image kita

Apakah ada rencana untuk go international suatu saat nanti?

Oh pastinya, itu mimpi kita untuk menjadi brand global, karena itu menjadi salah satu visi kita juga menjadi brand global dari Indonesia.

Untuk targetnya kapan?

Untuk ke arah sana harus ada pemicunya, awalnya tentunya menjadi nomor satu di Indonesia. Nanti setelah brand-nya sudah kuat dan timnya sudah kuat, baru kita bisa go international.

Menarik bahwa tim BRO.DO sebagian besar diisi oleh para millennial, kalau boleh tahu apa alasannya untuk memilih mereka sebagai bagian dari tim?

Untuk saat perekrutan tim kita gak pilih umur, hanya kebetulan yang bekerja di kita masuk umur millennial, dan terutama mereka ini cocok dengan budaya perusahaan kita ini. Awalnya kita merekrut temen-temen kita, yang rata-rata seumuran, sehingga secara natural kita berkembang bareng. Nah kebetulan itu berlaku buat kita karena entrepreneur spirit millennial sangat luar biasa, karena mereka berani ambil risiko dan kreatif. Untuk saat ini mayoritas tim BRO.DO berada di bawah umur 26 tahun.

Bagaimana cara merangkul tim yang sebagian besar Millennial supaya berdampak positif untuk perusahaan?

Ini merupakan tantangan untuk kami, karena pendekatannya agak beda untuk merangkul dan berkomunikasi dengan mereka. Yang pasti, mereka bukan tipikal pekerja yang mau disuruh. Bisa saja mereka disuruh, hanya, hasilnya tidak maksimal. Maka di sini kami menerapkan konsep untuk lebih menantang mereka dalam mengerjakan sesuatu yang masih sesuai dengan koridornya, karena hal itu akan membuat mereka lebih tertarik dan berkembang

Dengan suksesnya investasi di BRO.DO, apakah Yukka ada investasi lain, terutama di pasar keuangan?

Oh ada dong, saya punya akun pribadi, dan kebetulan salah satu investor kita paham akan pasar keuangan, jadi saya mengkuti dia saja. Saya menyisihkan anggaran sekitar 20% untuk investasi di pasar modal

Apa saja produk investasi yang Yukka kelola?

Pasar modal, emas, properti dan dana untuk bisnis teman-teman.

Bisa berikan saran atau rahasia untuk millennial agar berani berinvestasi?

Saya mengikuti pernyataan Steve Job “stay hungry stay foolish”. Ingin tahu jangan hanya soal gosip aja tapi juga pengetahuan. Jadi yang membawa kita menjadi seperti sekarang ini karena ada proses belajar, gak hanya senang-senang aja, karena pasti ada tantangan. Dan untuk mulai berinvestasi jangan hanya sekedar ikut-ikutan namun karena memang karena suka menjalaninya.

Terakhir, sebagai millennial yang sukses, bisa Anda berikan saran untuk anak muda agar berani berinvestasi?

Penting sekali millennial masuk ke pasar keuangan, karena kita harus berpikir jangka panjang. Setelah punya aset kita juga harus ada diversifikasi.

 

Nah, demikianlah hasil dari pembicaraan kami tim investasi millennial dengan Yukka Harlanda di kantornya.Anda juga bisa membaca kisah inspiratif Millennials lain dengan klik link ini Investasi Millennial

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `