Rabu, 22 Februari 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Dollar Masih Tertekan Penurunan Yield Treasury

Jumat, 17 Februari 2017 10:45 WIB
Dibaca 1572

Monexnews - Dollar AS terlihat belum mampu bangkit di sesi Asia, masih tertekan penurunan yield Treasury AS. Pergerakan yield selama ini dijadikan indikasi kenaikan suku bunga, jika yield bergerak naik maka menjadi indikasi pasar memperkirakan suku bunga akan dinaikkan. 

Outlook
Data ekonomi dari AS yang dirilis beberapa hari terakhir sebenarnya lebih baik dari perkiraan, yang menjadi indikasi kekuatan perekonomian AS. Namun belum pastinya kapan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga, serta penantian akan reformasi pajak dari Presiden Trump membuat dollar menjadi tertekan.

Data ekonomi penting hari ini hanya datang dari Inggris yang akan melaporkan penjualan ritel bulan Januari, dengan estimasi kenaikan sebesar 1%.

Potensi Pergerakan
AUDUSD
Pasangan mata uang ini terlihat bergerak di atas 0.7700, dan berpotensi menguji kembali area 0.7730 akibat data tenaga kerja Australia yang positif, serta harga bijih besi yang berada dekat level tertinggi sejak Oktober 2014.

USDJPY
Masih tertekannya dollar AS serta isu politik di AS dan Eropa membuka peluang penurunan USDJPY. Level 113.00 kemungkinan menjadi target penurunan.

EURUSD
Faktor politik sebenernya masih membayangi kurs euro, sehingga pasangan EURUSD dapat terkoreksi turun pada perdagangan hari ini.

GBPUSD
Penjualan ritel Inggris hari ini akan menjadi perhatian, jika dirilis lebih tinggi dari 1%, GBPUSD berpeluang melanjutkan kenaikan.

Emas
Tekanan terhadap dollar dan peningkatan permintaan safe haven membuat harga emas mendekati level tertinggi tiga bulan, sehingga logam mulia ini rentang mengalami aksi profit taking yang dapat membawa harga turun.

Minyak
Laporan yang menyebutkan OPEC dan non-OPEC akan memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi membuat harga minyak mentah menguat. Namun melihat beberapa pekan ke belakang, minyak mentah selalu melemah setelah mencapai atau mendekati level $54 per barel, sehingga minyak berpotensi melemah pada hari ini.

(Putu Agus)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar