Minggu, 17 Desember 2017

market-movers  Market Movers

Market Movers: Yellen Ingin Naikkan Suku Bunga, Data Inflasi AS Perhatian Berikutnya

Rabu, 15 Februari 2017 9:52 WIB
Dibaca 1115

Monexnews - Dalam sidang dengan pendapat Selasa kemarin, pimpinan Federal Reserve Janet Yellen kembali menunjukkan keinginan untuk menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini, dampaknya dollar mampu mempertahankan momentum penguatan. 

Outlook
Data inflasi AS hari ini akan menguji ketangguhan dollar. Jika inflasi yang dilihat dari indeks harga konsumen menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga akan meningkat. Yellen juga masih akan memberikan testimoni pada sidang dengar pendapat hari kedua.
Dari Inggris akan dilaporkan data tenaga kerja, dengan perkiraan penambahan jumah pekerja sebanyak 1.100 di bulan, dan tingkat pengangguran tetap sebesar 4,8%. Rata-rata gaji diperkirakan naik 2,8%.

Potensi pergerakan

AUDUSD
Pasangan mata uang ini masih kokoh dekat level tertinggi tiga bulan. Namun jika data inflasi AS dirilis lebih baik dari perkiraan, besar kemungkinan AUDUSD akan bergerak turun akibat aksi profit taking.

USDJPY
Momentum penguatan dollar berlanjut pasca testimoni Yellen, membuat USDJPY menembus ke atas level 114.00. Berlanjutnya kenaikan USDJPY akan berganung pada data inflasi AS yang merupakan salah satu acuan The Fed untuk menaikkan suku bunga.

EURUSD
Pergerakan EURUSD dibayangi masalah politik Prancis dan bailout Yunani, sehingga memiliki peluang untuk melanjutkan penurunan.

GBPUSD
Kenaikan inflasi di Inggris yang tidak sesuai ekspektasi memberikan tekanan turun bagi GBPUSD. Jika data tenaga kerja Inggris hari ini juga tidak sesuai dengan ekspektasi, GBPUSD berpotensi melanjutkan penurunan.

Emas
Meski dollar menguat, namun situasi politik di Prancis, begitu juga di AS mampu menjaga harga emas dari penurunan. Data inflasi AS hari ini akan menguji ketangguhan emas, jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, emas berpeluang melemah.

Minyak
American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan stok minyak mentah di AS sebanyak 9,9 juta barel, yang memberikan tekanan turun pada harga minyak mentah. Data dari Energy Information Administration (EIA) pukul 22.30 WIB hari ini akan menjadi penggerak harga minyak mentah.

(Putu Agus)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar