Rabu, 29 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Abaikan Kenaikan Yield; Dow, S&P Ditutup di Rekor Tinggi

Selasa, 19 Mei 2015 3:28 WIB
Dibaca 14403

Monexnews - Wall Street ditutup menguat pada hari Senin, dengan Dow Jones dan S&P 500 ditutup pada rekor tinggi baru, terbantu oleh rally pada saham Apple dan data ekonomi yang buruk menandakan bahwa Federal Reserve mungkin akan menunggu untuk menaikkan tingkat suku bunga. Investor mengabaikan kecemasan mengenai utang Yunani dan kenaikan pada yield obligasi. Indeks bursa saham utama memperpanjang rally pada sesi tengah hari pasca berfluktuasi di dekat flatline. Dow Jones ditutup di atas level penutupan sebelumnya dan mencetak level tinggi 18,288.63, sementara S&P 500 menembus rekor tinggi pada hari Jumat dan menyentuh level tinggi pada 2,125.92. Nasdaq bergerak mendekati rekor tinggi, terdorong oleh performa iShares Nasdaq Biotechnology ETF (IBB) yang naik sekitar 1%. 

Berbicara pada hari Senin pada di ibukota Swedia, Presiden the Fed bagian Chicago, Charles Evans mengatakan bahwa Federal Reserve AS dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga di bulan Juni jika perekonomian cukup kuat, menurut laporan Reuters. Secara umum pidatonya menunjukkan opininya untuk kenaikan suku bunga yang dimulai pada awal 2016. Evans mengatakan bahwa jika FOMC optimis bahwa laju inflasi akan bertambah cepat dan pelemahan ekonomi di kuartal pertama hanya sementara, maka akan ada peluang kenaikan suku bunga di bulan Juni. Sebagian besar data kuartal kedua telah menunjukkan rebound yang lebih lambat dari ekspektasi dari perlambatan pada kuartal pertama.
Data yang dirilis pada hari Senin adalah hasil survey National Association of Home Builders yang mana menunjukkan sentimen konstruktur anjlok sebanyak 2 poin di bulan Mei, dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan tipis. Data Housing starts dan existing home sales akan dirilis pekan ini, serta minutes pertemuan dari Federal Open Market Committee. Saham Apple ditutup naik lebih dari 1% setelah investor aktivis Carl Icahn dalam surat terbuka kepada CEO Tim Cook mengatakan bahwa saham perusahaan teknologi tersebut masih terlalu murah dan bernilai hampir dua kali lipat harga saat ini.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar