Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news ECB pertahankan suku bunga acuan di 0.00% & suku bunga deposito di -0.40%

stock-index Stock Index

Asia Dilanda Koreksi Akibat Data Ekonomi

Jumat, 1 Februari 2013 11:30 WIB
Dibaca 456

Monexnews - Bursa Asia secara umum tertekan di akhir pekan ini (Jumat, 1/2) lantaran data-data fundamental ekonomi yang bermunculan hari ini kurang memuaskan pasar.

Selain itu pasar Asia hari ini juga terbebani oleh bursa saham Wall Street yang berakhir merosot akibat kekecewaan investor terhadap hasil pendapatan serta akibat investor yg gelisah menjelang laporan ketenaga kerjaan nanti malam. Semalam data klaim pengangguran mingguan Amerika kian memburuk dengan bertambah 368.000 dari minggu sebelumnya 330.000.

Di Jepang, indeks Nikkei meskipun tertekan namun masih bergerak di teritori positif berkat bangkitnya kembali optimisme investor terhadap pelemahan Yen yang diperkirakan bisa membantu lini eksportir. Mata uang Yen kembali melemah tajam hingga ke level 92.09 setelah data ekonomi Jepang hari ini muncul di bawah ekspektasi.

Tercatat data tingkat pengangguran meningkat kembali ke angka 4.2% di bulan Desember dari sebelumnya 4.1%, sementara angka pengeluaran rumah tangga juga merosot kendati diperkirakan flat. Kalangan korporasi Jepang telah melaporkan laba pendapatan yang cukup bergairah sepanjang periode Oktober-Desember.

Sementara indeks Kospi – Korea Selatan justru di landa aksi jual di perdagangan akhir pekan ini setelah laporan menunjukkan aktivitas manufaktur Korea Selatan menurun di bulan Desember.

Angka manufaktur PMI bulan Desember menurun di angka 49.9 dari sebelumnya 50.1, namun tingkat permintaan ekspor baru sepanjang bulan Januari meningkat 11.8% dari sebelumnya yang sempat merosot -5.7%. Data manufaktur tersebut merupakan kenaikkan pertama dalam 8 bulan terakhir.

Akibat data manufaktur yang mengecewakan tersebut, aksi jual mewarnai bursa itu khususnya di sektor mesin berat. Tercatat Samsung Heavy Industry merosot hingga 1.57% dan Hyundai Heavy Industry Co. juga menurun 1.16%. sedangkan indeks Kospi tercatat melemah 0.59% atau -11.65 poin di kisaran 1950.18, sedangkan Kospi futures tercatat ikut melemah -1.40 poin di area level 256.90.           

Sedangkan indeks Hang Seng tercatat melemah di kisaran negatif di akhir pekan ini terutama akibat aksi jual investor karena munculnya sentimen negatif setelah data manufaktur China muncul lebih lemah dari perkiraan. Tekanan bertambah setelah pasar di bebani oleh Wall Street yang juga anjlok semalam. Angka manufaktur PMI resmi pemerintah China bulan Januari menurun di angka 50.4 dari sebelumnya 50.6, dan di bawah ekspektasi 50.9. Sedangkan aktivitas manufaktur PMI China versi HSBC bulan Januari mencatat angka di level 51.9 dari bulan sebelumnya 51.5, namun berada di bawah ekspektasi 52.1.

Indeks Hang Seng tercatat merosot -0.39% di area 23,620.52 setelah di awal perdagangan menguat hingga ke level 23763.34, sedangkan Hang Seng kontrak berjangka juga menurun sebanyak -126 poin ke kisaran 23650.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar