Minggu, 22 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Asia Menanti Data Perdagangan China dan NFP AS

Jumat, 10 Januari 2014 8:58 WIB
Dibaca 515

Monexnews  - Bursa Asia bersiap untuk sesi yang sibuk pada hari Jumat seiring data perdagangan China dan tenaga kerja AS memiliki kekuatan untuk mengubah outlook kebijakan moneter pada dua negara perekonomian terbesar dunia. Untuk Asia fokus akan tertuju pada data perdagangan China untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat permintaan global. Ekonom memperkirakan tingkat ekspor untuk naik 4.9% di bulan Desember dari setahun lalu, sementara tingkat impor diperkirakan naik sebesar 5.3%. Bagaimanapun juga, data perdagangan China biasanya memberikan kejutan, dan data yang buruk dapat menekan bursa kawasan Asia dan mata uang komoditas seperti dollar Australia. Kecemasan mengenai perlambatan di China selama ini disebut-sebut sebagai salah satu alasan harga tembaga turun sebanyak 1.8% pada hari Kamis, penurunan harian terbesar sejak bulan November.

Namun data China hanya akan menjadi pembuka jika dibandingkan dengan data tenaga kerja AS. Payrolls diperkirakan akan naik sebanyak 196,000 di bulan Desember, sedikit di bawah 203,000 pada bulan November. Perkiraan berada dalam kisaran 120,000 hingga 235,000. Tingkat pengangguran AS diperkirakan akan bertahan pada level 7.0% meski ada resiko kenaikan jika tingkat partisipasi meningkat dari level rendahnya. Investor tidak yakin apakah harus senang bahwa perekonomian AS sedang pulih, atau cemas bahwa hal tersebut dapat mempercepat waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar