Sabtu, 27 Mei 2017

stock-index  Stock Index

Asia Variatif Seiring Pelemahan Yen Pasca G-7

Senin, 13 Mei 2013 12:26 WIB
Dibaca 447

Monexnews - Secara umum sebagian besar lantai bursa di Asia bergerak bervariatif di perdagangan awal pekan ini (Senin, 13/5) di tengah suasana penguatan dollar AS yang akhirnya turut berdampak pada pelemahan mata uang yen Jepang hari ini. Selain yen, harga emas dunia dan harnga minyak mentah dunia juga merosot akibat dampak dari penguatan dollar AS.  

Mata uang yen kembali melanjutkan pelemahan-nya hingga tembus ke atas level 102 terhadap dollar AS (USD) yang merupakan kisaran terlemahnya lebih dari 4½ tahun terakhir. Pelemahan yen mulai terasa sejak akhir pekan lalu (Jumat, 10/5) ketika menembus ke atas kisaran 101 untuk kali pertama sejak bulan April 2009, dan berakhir di tutup pada 101.61 terhadap USD.

Terpuruknya yen tak lain akibat rally USD dimana sebagian besar dipicu oleh kuatnya data-data ekonomi terakhir serta akibat dari lonjakan minat beli investor Jepang terhadap obligasi asing belakangan ini. Namun demikian pelemahan yen hari ini nampak terjaga dan mampu membatasi pelemahannya pada 102.14 setelah pertemuan para menteri keuangan G-7 di London akhir pekan lalu memberi isyarat bahwa para menteri keuangan yang tergabung dalam organisasi itu masih mentoleransi pelemahan mata uang tersebut.

Dan pelemahan yen hari ini kembali menjadi berkah bagi kalangan eksportir Jepang karena akan memberikan daya saing yang kuat di pangsa pasar luar negeri dan memberikan prospek cerah untuk pendapatan perusahaan yang bakal meningkat.

Tercatat sejumlah eksportir besar seperti Panasonic Corp. kemudian Nissan Motor Co. dan Sharp Corp mengalami rally signifikan. Selain itu saham Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. juga menguat termasuk Toyota Motor Corp turut rebound. Di bursa Tokyo nampak indeks Nikkei rebound hingga 1.2% pada area 14780-an atau menguat +173 poin lebih. Demikian pula dengan indeks Nikkei futures yang menguat +145 poin pada area 14795.     

Sedangkan indeks Kospi – Korea Selatan hari ini kembali terkoreksi terutama akibat berlanjutnya pelemahan yen sehingga para eksportir domestik menjadi khawatir terhadap dampak dari pelemahan mata uang Jepang tersebut terhadap penjualan luar negeri mereka. Indeks utama terpantau sempat merosot 0.3%, sedangkan indeks Kospi futures tercatat hanya menguat tipis +70 poin pada area 253.50.

Eksportir besar Korea seperti Samsung Electronics dan KIA Motors mengalami koreksi antara 0.1 s/d 0.3 persen. Sedangkan saham Ssangyong Motors masih bisa melawan tren dengan rally hingga 2 persen terkait kabar yang mengatakan perusahaan tersebut akan meningkatkan shift produksinya.

Sementara di lantai bursa Hong Kong, indeks Hang Seng juga nampak terkoreksi lantaran para investor masih terpengaruh oleh data yang di rilis hari Jumat lalu yang menunjukkan angka pinjaman bank di negeri China menurun di bulan April dari bulan sebelumnya. Selain itu, sikap para investor hari ini juga nampak waspada menjelang di rilisnya sederet data ekonomi siang nanti. Indeks utama Hang Seng (HSI) tercatat merosot hingga 1.03%, sedangkan indeks Hang Seng futures juga terpantau melemah -263 poin pada area 22935.

Sementara data China yang akan di rilis siang hari (1230 WIB) adalah data urban investment, industrial output dan retail sales, dimana semuanya diprediksi akan muncul dengan angka kenaikkan.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar