Minggu, 19 November 2017

stock-index  Stock Index

Bank Sentral Australia Rilis Notulen

Selasa, 19 Februari 2013 11:03 WIB
Dibaca 656

Monexnews -Bank sentral Australia membuka peluang bagi pemangkasan suku bunga selanjutnya jika kondisi ekonomi dinilai melemah. Namun bank sentral juga mensinyalkan bahwa sudah cukup nyaman dengan penurunan suku bunga sebelumnya yang berhasil menstimulasi ekonomi. Dalam notulen rapat 5 Februari yang dipublikasikan hari ini (19/02), Reserve Bank of Australia atau RBA mengatakan inflasi yang rendah memberi ruang bagi pembuat kebijakan untuk melakukan pelonggaran selanjutnya. Bank sentral menetapkan suku bunga tetap di level 3.0% pada pertemuan bulan Februari, menilik dari meningkatnya outlook ekonomi domestik dan global. "Kebijakan moneter telah diakomodasi lebih dulu sebagai hasil dari pelonggaran kebijakan yang mendasar pada 15 bulan terakhir. Para pemangku kebijakan menilai pihaknya cukup bijaksana untuk menetapkan suku bunga tetap pada pertemuan ini," menurut notulen. 

Dolar Australia menguat ke US$1.033 dari US$1.030 sesaat setelah notulen dirilis. Trader mensinyalir bahwa suku bunga tidak akan berubah untuk beberapa saat. Pasar finansial menduga kemungkinan bank sentral akan memangkas suku bunga selanjutnya pada pertemuan awal bulan depan hanya 20%. Hasil rapat sesuai dengan komentar bank sentral sebelumnya. Pembuat kebijakan percaya bahwa pemangkasan suku bunga membantu mendorong perekonomian. Harga rumah kuartal lalu bergerak naik dikarenakan rendahnya suku bunga turut memicu minat beli ke dalam pasar sementara laporan consumer confidence pekan lalu menyebutkan angka berada di level tertinggi dalam lebih dari dua tahun di bulan Februari. Ijin mendirikan rumah juga meningkat sejak pertengahan tahun lalu, menurut laporan bank sentral.

RBA kembali menyatakan kekhawatirannya atas penguatan Aussie yang masih berada di level tinggi meski bank sentral telah melakukan pemangkasan suku bunga enam kali sejak November 2011. Penguatan nilai tukar valuta telah membatasi earnings eksportir. Hasil notulen menunjukkan gambaran beragam pada perekonomian Australia, yang telah kehilangan daya sejak akhir tahun lalu dikarenakan pertumbuhan ekonomi China yang melamban. Ekspor komoditi hasil industri diantaranya batu bara yang merosot tajam tahun lalu tampaknya akan pulih di kuartal akhir tahun 2012. Batu bara adalah komoditi ekspor kedua terbesar setelah baja. Pertumbuhan pendapatan rumah tangga menurun terkait lesunya pasar tenaga kerja. Notulen juga menyebutkan investasi bisnis di luar sektor pertambangan masih rendah.

(din)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar