Kamis, 25 Mei 2017

stock-index  Stock Index

Berakhir Mix, Bursa Asia Dipengaruhi Sentimen Beragam

Selasa, 22 Januari 2013 14:41 WIB
Dibaca 449

Monexnews -Pergerakan pasar Asia hingga sesi terakhir perdagangan sesi Asia hari ini (22/01) mix. Sementara nilai tukar yen terpantau menguat dengan indeks yang terkoreksi pasca rilis hasil pertemuan kebijakan terakhir. 

Dollar melemah terhadap yen setelah Bank of Japan menetapkan target inflasi di level 2% dan melanjutkan program pembelian aset. BoJ juga berjanji untuk melanjutkan program pembelian aset keuangan jika masih diperlukan. Greenback di Y89.18 dibandingkan dengan Y89.62 hari Senin malam di New York. Perdana menteri Jepang yang baru saja terpilih bulan lalu, Shinzo Abe berencana untuk mengakhiri problem deflasi jangka panjang Jepang yang menghasilkan tekanan pada yen dalam beberapa bulan ini. Pengumuman bank sentral ini sangat sesuai dengan ekspektasi. Tidak ada hal baru di luar prediksi pasar," jelas Wee-Khoon Chong, analis suku bunga senior di Societe Generale, Hong Kong. Saham Jepang terseret penguatan yen dengan Nikkei yang turun 0.6%. Saham eksportir diantaranya produsen mobil yang terimbas apresiasi yen diantaranya Honda Motor yang turun 2.5% dan Toyota Motor turun 1.3%. Saat ini bank sentral sudah menetapkan keputusan dan fokus pasar saat ini bergeser pada konferensi pers gubernur Masaaki Shirakawa yang akan dijadikan peluang bagi investor atas langkah gubernur dalam menghadapi deflasi.

Olympus Corp. +6% setelah perusahaan dipindahkan dari posisi "supervisory post" sejak Desember 2011 setelah tersangkut skandal keuangan. Posisi saham saat ini berada dalam kondisi "alert" di bursa Tokyo. Australia's S&P/ASX 200 bergerak flat dengan sebagian besar perusahaan pertambangan meraih gain. Rio Tinto naik 0.9% sementara Fortescue Metals Group naik 2.2%. Perusahaan kontraktor jasa pertambangan, MacMahon Holdings melambung 6.7% di Sydney setelah mengumumkan bahwa pihaknya telah memenangkan kontrak senilai A$1.8 miliar untuk membantu pembangunan Christmas Creek Mine di bagian barat Australia. Bursa China terus bergerak naik dengan indeks Hong Kong, Hang Seng naik 0.3% dan Shanghai Composite naik 0.1% di China. Diantara saham yang mengalami pergerakan terbesar di Hong Kong, Sunac China Holdings terkoreksi 6.5% setelah sempat melambung hingga $260 juta. Kesepakatan Sunac terjadi hanya satu pekan setelah developer China lainnya, Evergrande Real Estate Group, naik hingga $561 juta. Kospi Korea Selatan naik 0.3%.

(din)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar