Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

stock-index  Stock Index

Buntuti Wall St, Bursa Sydney Tergerus Pasca GDP

Rabu, 4 Desember 2013 9:18 WIB
Dibaca 322

Monexnews - Indeks bursa SydneyAustralia kembali mengalami koreksi di perdagangan hari Rabu (04/12) terutama lantaran terseret turun oleh anjloknya bursa saham Wall Street serta akibat sikap pesimis investor dalam menanggapi data GDP Australia yang mengecewakan.

Indeks benchmark Australia kini diperdagangkan di area kisaran terendahnya sejak bulan Oktober lalu seiring bursa saham AS terkoreksi untuk di hari ke-3 nya beruntun. Penurunan Wall Street semalam terutama akibat para investor terbebani oleh laporan penjualan mobil dan sektor ritel menjelang di rilisnya data-data ekonomi penting pekan ini yang mungkin dapat memberikan petunjuk mengenai kapan Federal Reserve akan mulai mengurangi stimulus.

Sikap kalangan investor juga menjadi negatif setelah pemerintah merilis data pertumbuhan GDP kuartal III yang mengecewakan pasar. Angka GDP kuartal III q/q tercatat sebesar 0.6%, masih sama dengan kuartal sebelumnya, namun meleset di bawah ekspektasi 0.8%. Sedangkan GDP y/y muncul lebih rendah di angka 2.3%, dan jauh di bawah ekspektasi serta angka kuartal sebelumnya pada 2.6%.    

Tercatat indeks utama S&P/ASX 200 – Sydney terkoreksi hingga (-0.28%) atau tergerus (-14.87) poin pada area 5241.20. Di lantai bursa nampak saham Qantas Airways Ltd. anjlok 2.5%, Harvey Norman Holdings Ltd. melemah 1.3%, dan saham Incitec Pivot Ltd. terkoreksi 1.8%. Sedangkan saham Santos Ltd. juga jatuh 2.6% terkait adanya indikasi bahwa perusahaan bakal kehilangan petunjuk penurunan produksi tahun 2013, menurut Australian Financial Review.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar