Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

stock-index Stock Index

Bursa Asia Tunggu Pertemuan BoJ

Rabu, 16 Januari 2013 11:10 WIB
Dibaca 410

Monexnews -Bursa Asia terpantau bergerak mix hari ini (16/01) dengan saham Tokyo yang terkoreksi setelah investor berlomba mengambil keuntungan pasca gain Nikkei beberapa sesi terakhir. Nikkei terkoreksi 1.5%, indeks mengalami penurunan kinerja dibanding dengan indeks regional lain terkait penguatan yen yang mendorong investor untuk mengunci keuntungan. Selama empat hari terakhir, indeks telah menguat dengan akumulasi sebesar 3.5% dan menyentuh level tinggi 32 bulan. 

Dolar AS terpantau melemah terhadap yen Jepang menjadi Y88.29 dari Y88.80 hari Selasa malam di New York, sementara euro di Y117.37 dari Y118.13. Mata uang melanjutkan pelemahan kemarin akibat komentar dari menteri keuangan Jepang, Akira Amari. Mr. Amari menyatakan dalam konferensi pers bahwa pelemahan yen yang terlalu tajam tidak baik untuk perekonomian Jepang. "Minat beli akan kembali terlihat dalam beberapa hari mendatang menjelang pertemuan Bank of Japan yang akan digelar pekan depan," tambahnya.

Sebagian besar saham eksportir Jepang menunjukkan penurunan dengan Canon -2.8%, Sharp -2.8% dan Honda Motor -2.1%. All Nippon Airways -0.5% setelah diberitakan bahwa Boeing 787 Dreamliner melakukan pendaratan darurat di lapangan terbang Takamatsu, Jepang bagian selatan kemarin pagi akibat adanya gangguan pada battery alarm alert. Saham produsen baterai GS Yuasa langsung anjlok 4.2%.

Saham di China daratan kembali anjlok setelah reli 3.7%, ekspektasi untuk investasi asing di pasar ekuiti lokal turut memberi andil bagi kinerja indeks. Indeks Shanghai Composite turun 0.2%. Saham perusahaan berbasis lingkungan hidup anjlko akibat profit taking setelah sebelumnya reli akibat ekspektasi bahwa Beijing akan mengalokasikan lebih banyak dana untuk masalah polusi udara di China. Beijing SPC Environment Protection turun 2.5% sementara Zhongyuan Environment-Protection turun 1.0%.

Indeks Hong Kong, Hang Seng turun 0.2%, dengan inevstor kembali menaruh perhatian pada kebijakan pertama dari Chief Executive, Leung Chun-Ying atas implikasi bagi sektor properti China. Saham Li & Fung naik 0.3% setelah kemain malam perusahaan mengatakan akan membeli Lornamead Acquisitions Ltd., yang bermarkas di Inggris senilai US$190 juta. S&P/ASX 200 +0.3%, dipicu oleh gain saham perbankan lain, saham perawatan kesehatan dan telekomunikasi. Commonwealth Bank of Australia naik 0.8%, Telstra gain 0.8% dan CSL naik 2.4%. Bagaimanapun, pelemahan saham sumber daya alam berhasil menahan gain pasar setelah kemarin harga bijih besi anjlok 1.1% di tengah sinyal merosotnya permintaan dari China. BHP Billiton turun 0.7%, Rio Tinto turun 0.7% dan Fortescue Metals Group -0.9%. Kospi Korea Selatan naik 0.4%.

 

(din)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar