Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

stock-index Stock Index

Bursa Eropa Berakhir Mixed, Saham Pertambangan Merosot

Selasa, 14 April 2015 1:22 WIB
Dibaca 1160

Monexnews -  Bursa saham Eropa ditutup mixed pada hari Senin, seiring investor berhenti untuk mengambil nafas setelah reli kuat pada pekan lalu.

Saham pertambangan, yang pemaparannya berat ke China, adalah penyebab kinerja buruk utama indeks, setelah data yang lemah dari negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia tersebuut membantu membatasi sentimen aset beresiko. Ekspor China turun lebih besar dari perkiraan di bulan Maret, turun 14.6% dari periode setahun yang lalu.

Penurunan harga bijih besi dan juga penurunan dari Citi juga membantu penambahan pelemahan di sektor ini.

Secara terpisah, Standard & Poor memangkas perkiraan harga bijih besi untuk tahun 2015, 2016 dan 2017 serta menempatkan beberapa produsen bijih besi pada pantauan kemungkinan untuk penurunan peringkat. "Dalam pandangan kami, harga bijih besi yang lebih rendah mungkin tidak hanya melemahkan arus kas dan mempengaruhi keuangan para produsen, namun mungkin juga akan berdampak pada ketahanan jangka panjang dari profil resiko bisnis perusahaan tersebut, mengingat volatilitas pendapatan yang lebih tinggi dari antisipasi karena fluktuatif harga bijih besi.

Diantara saham-saham yang mengalami pukulan diantaranya adalah saham BHP Billiton Plc, yang turun 2.8%. Citi pangkas peringkat produsen bijih besar tersebut menjadi neutral dari buy dan mengapus dari daftar fokus Eropa. Citi juga pangkas peringkat penambang Anglo American PLC untuk sell dari neutral. Saham Anglo turun 2.2%.

Penurunan di saham pertambangan telah membebani indeks FTSE 100 yang turun 0.4% menjadi 7,064.30, menjauh dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada hari Senin.

Sementara itu indeks DAX Jerman turun sebesar 0.3% menjadi 12,338.73. Saham produsen mobil Volkswagen AG melemah 1.9% setelah krisis alih kepemimpinan meledak pada hari Jumat, dengan kepala eksekutif Martin Winterkorn berjanj untuk menentang penggulingannya.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar