Selasa, 28 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Bursa Saham AS Anjlok Setelah Reli 5-Hari Atas Outlook Earnings

Kamis, 24 Oktober 2013 5:37 WIB
Dibaca 353

Monexnews -

Bursa saham AS melemah, dengan indeks Standard & Poor 500 turun dari rekor tertingginya, seiring valuasi mencapai hampir level tertinggi dalam empat tahun dan perkiraan pada perusahaan dari Caterpillar sampai Broadcom Corp. mengecewakan investor.

Saham Caterpillar turun sebanyak 6.1 % setelah mereka mengurangi perkiraan pendapatan dan laba di tahun 2013 seiring turunnya pemesanan dari perusahaan tambang. Saham Broadcom, produsen chip yang mengkonenksikan perangkat mobile ke internet, tergelincir sebanyak 2.9%. Saham Boeing Co, naik sebanyak 5.3% ke rekor tertinggi setelah naiknya estimasi earnings untuk setahun penuh. Dan untuk saham Corning Inc. melonjak sebesar 14% setelah menyetujui buyback sebesar $2 milyar dan sepakat untuk membeli kepemilikan penuh dari usaha patungannya dengan Samsung Electronics Co.

Indeks S&P 500 turun sebanyak 0.47% menjadi 1746.38 pada penutupan pasar hari Rabu, menghentikan reli selama lima hari yang sebesar 3.3%. Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 54.33 poin, atau 0.4%, menjadi 15,413.33. Sekitar 6.6 milyar saham berganti tangan di bursa AS, 12% lebih tinggi dari rata-rata tiga bulan.

“Pergerakan pasar cukup rendah,” kata Edward Painvin, kepala analis di Chase Investment Counsel Corp. melalui telepon dari Charlottesville, Virginia.” Setiap kali anda masuki musim earnings, harapan pasar cukup tinggi. Pasar akan menempatkan kenaikan nominal untuk berikan tekanan kepada perusahaan dalam memberikan perkiraan dan menyediakan kejelasan untuk tahun 2014.”

Indeks S&P 500 menguat sebanyak 23.03% pada tahun ini sampai kemarin, mendekati persentase poin dari lonjakan indeks yang sebesar 23.5% di tahun 2009, ditengah spekulasi Federal Reserve akan menunda pemangkasan pembelian obligasi bulanan sampai pasar kerja membaik. Indeks kemarin naik sebanyak 0.6% ke rekor tertinggi seiring data payroll di bulan September menunjukkan hanya menambahkan lebih sedikit pekerja dari perkiaan analis.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar