Senin, 27 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Bursa Saham Indonesia Melemah Karena Gejolak Politik Dalam Negeri

Jumat, 3 Oktober 2014 16:53 WIB
Dibaca 644

Monexnews - Bursa saham Indonesia ditutup di level terendah dalam tiga bulan dan rupiah menyelesaikan pelemahan minguan beruntun terpanjang sejak tahun 2010 di tengah meningkatnya kecemasan bahwa Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo akan berjuang dalam melaksanakan reformasi.

Indeks Komposit Jakarta turun sebesar 1% untuk di tutup di 4,949.36, pelemahan di dorong oleh perusahaan-perusahaan keuangan yang termasuk di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia. Rupiah turun sebesar 0.2% pada hari ini dan melemah 1.3% pada pekan ini menjadi 12,177 per dollar, di tutup untuk penurunan mingguan ketujuh, harga di ambil dari penunjukan bank lokal. Obligasi pemerintah turun untuk pekan ke empat, dengan yield pada surat utang yang berakhir Maret 2024 melonjak 25 basis poin menjadi 8.49%, berdasarkan data dari Inter Dealer Market Assoiciation.

Koalisi partai yang mendukung capres yang kalah yaitu Prabowo, menguasai lebih dari setengah anggota legislatif, mereka telah mengacaukan harapan investor dengan meloloskan undang-undang yang melarang adanya pemilihan langsung kepala daerah dan merebut posisi ketua DPR dari kalangan mereka sendiri.Para investor internasional telah menjual bersih saham Indonesia sebesar $273 juta pada pekan ini sampai kemarin.

"Rintangan yang muncul telah menyebabkan kecemasan pada pemerintahan yang baru yang mungkin hanya memiliki sedikit ruang untuk melaksanakan reformasi," kata Nurul Eti Nurbaeti, kepala riset treasury di PT Bank Negara Indonesia di Jakarta. "Kami perkirakan neraca perdagangan akan membaik dalam bulan-bulan kedepan di ikuti oleh defisit neraca berjalan, namun, saat ini, politik berada di pemikiran terdepan pada orang-orang."

Indonesia mencatat defisit perdagangan sebesar $318 juta di bulan Agustus, berdasarkan data pemerintah yang di rilis pada tanggal 1 Oktober, versus estimasi median dalam survei Bloomberg untuk surplus $130 juta.


(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar