Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

stock-index  Stock Index

Bursa Saham Jepang Menguat Seiring Di Mulainya Pertemuan BOJ

Selasa, 21 Januari 2014 11:08 WIB
Dibaca 341

Monexnews -

Bursa saham Jepang menguat di tengah di mulainya pertemuan kebijakan selama dua hari Bank of Japan dan juga karena pelemahan yen yang di sokong oleh eksportir dan investor yang mempertimbangkan proposal untuk pengurangan pajak perusahaan.

Saham Toyota Motor Corp., yang merupakan produsen kendaraan terbesar di dunia, menguat sebesar 1.7%. Saham Brigestone Corp. naik sebesar 2.1% seiring produsen karet dan ban tersebut nilai sahamnya melonjak di antara subsktor lainnya di Indeks Topix. Saham Alps Electric Co. pimpin penguatan di Nikkei 225 Stock Average setelah Goldman Sachs Group Inc. naikan peringkat saham perusahaan pembuat komputer tersebut. Sementara itu saham ANA Holdings Inc., yang merupakan maskapai penerbangan terbesar di Asia, merosot sebanyak 3% seiring unit Bank of America Corp’s Merriil Lynch memangkas peringkat saham menjadi underperform.

Indeks Topix menguat sebesar 0.7% menjadi 1,303.40 pada break perdagangan di Tokyo, dengan semua kecuali empat dari 33 kelompok industri menguat. Dan indeks Nikkei 225 naik sebesar 1.5% menjadi 15,872.62. Yen tergelincir sebesar 0.4% menjadi 104.59 per dollar.

“Hari ini adalah cerita tentang yen,” kata Stuart Beavis, kepala  analis di Vantage Capital Markets di Hong Kong. “ Beberapa orang mengatakan bahwa BOJ dan Perdana Menteri harus mendorong yen ke level 110 atau lebih terhadap dollar, dan mereka akan melakukannya jika di minta. Abe harus terus mendorong reformasi atau akan kehilangan kredibilitasnya, dam pemotongan pajak perusahaan adalah berita yang positif.

Jepang harus cepat mempertimbangkan pemotongan pajak perusahaan sekitar 25% dari level saat ini yang sekitar 35%, untuk membawanya sejalan dengan negara tetanga-tetangganya di Asia, menurut sebuah dokuemen yang di ajukan kepada dewan kebijakan fiskal dan ekonomi oleh empat perusahaan non-pemerintah.

Menteri keuangan Taro Aso mengatakan bahwa pemotongan sebesar 10% akan menyebabkan kerugian sekitar 5 triliun yen dalam pendapatan pajak, berdasarkan data dari anggarab fiskal tahun 2014, menurut dokumen terpisah yang di ajukan kepada dewan. Sumber pandapatan lainnya akan di perlukan untuk menebus penurunan sebesar itu,  tambahnya.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar