Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

stock-index Stock Index

Bursa Sydney Terkoreksi Setelah Data CPI

Rabu, 22 Januari 2014 12:08 WIB
Dibaca 417

Monexnews - Lantai bursa Sydney Australia tergerus tajam di perdagangan hari Rabu (22/01) setelah di rilisnya data inflasi domestik yang mengalami kenaikkan drastis serta akibat sentimen konsumen yang masih merosot.

Tingkat inflasi tahunan (CPI y/y) di luar perkiraan naik hingga 2.7% di kuartal-4 dari periode sebelumnya di angka 2.2%, dan di atas ekspektasi sebesar 2.5%. Sedangkan inflasi kuartal-4 (CPI q/q) juga muncul di angka 0.8%, di atas ekspektasi 0.5%.

Sementara tingkat kepercayan konsumen Australia yang di kalkulasi oleh Westpac masih negatif di angka (-1.7%) untuk bulan Januari dibanding dengan bulan sebelumnya di level (-4.8%).   

Di lantai bursa nampak saham-saham berbasis pertambangan membebani pasar saham Australia setelah harga bijih besi dunia jatuh ke kisaran rendah dalam 6 bulan terakhir semalam. Tercatat saham BHP Billiton terkoreksi hingga 1.7%, akibat investor khawatir dengan jatuhnya harga bijih besi akan mempegaruhi laporan produksi perusahaan.

Sebelumnya penambang tersebut telah mencatat rekor volume produksi bijih besi pada semester pertama tahun fiskalnya. Sedangkan saham Rio Tinto juga ikut merosot 1.7%, dan saham Fortescue Metal Group merugi hingga 1.8%. Sementara indeks utama Sydney ASX-200 tercatat melemah (-0.34%) atau (-17.96) poin pada kisaran 5313.40.(dar)

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar