Rabu, 26 Juli 2017

stock-index  Stock Index

China Kembali Bebani Kospi

Jumat, 14 Maret 2014 7:55 WIB
Dibaca 397

Monexnews - Bursa saham Korea Selatan, Kospi, kembali tertekan menyusul buruknya data China yang dirilis Kamis kemarin, memberikan kekhawatiran akan melambatnya ekonomi pasar ekspor terbesar Korea Selatan tersebut. Empat bank besar memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China.

Target pertumbuhan ekonomi China yang ditetapkan sebesar 7,5% kembali mendapat tantangan setelah data menunjukkan penjualan ritel, investasi, dan produksi industri China pada bulan Januari dan Februari lebih lambat dari estimasi. Produksi industri tumbuh 8,6% dalam dua bulan dari tahun sebelumnya, lebih rendah dari estimasi sebesar 9,5% dan pertumbuhan pada bulan Desember sebesar 9,7%. Penjualan ritel tumbuh 11.8% dan investasi naik 17,9%, kedua data tersebut juga di bawah estimasi.

Bank of America Corp. USG AG, JPMorgan Chase & Co. Nomura Holdings Inc. menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China pada tahun ini setelah data-data tersebut dirilis. Sementara itu Perdana Menteri Li Keqiang dalam konfrensi pers hari ini mengatakan target pertumbuhan ekonomi China tahun ini sebesar 7,5% masih fleksibel, sedikit lebih tinggi maupun lebih rendah masih bisa di tolerir, namun ia tidak mengungkapkan secara spesifik berapa pelambatan pertumbuhan ekonomi yang masih bisa ditolerir tersebut.

Kekhawatiran akan peningkatan ketegangan di Ukraina jelang referendum juga membebani sentimen investor. Spot Kospi saat ini melemah 0,51% menjadi 1924,52. Sementara Kospi Futures saat ini diperdagangkan pada kisaran 250.45 dengan level tertinggi harian 250.75 dan terendah 249.05 (platform Monex Trader). (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar