Kamis, 20 Juli 2017

stock-index  Stock Index

Data China Negatifkan Wall Street

Senin, 8 Desember 2014 20:23 WIB
Dibaca 705

Monexnews -  Bursa saham berjangka AS melemah, setelah ekuitas naik untuk tujuh pekan beruntun, seiring data China yang tidak mencapai estimasi analis, sementara itu saham perusahaan minyak turun karena kejatuhan harga komoditas.

Indeks berjangka Standard & Poor 500 yang akan berakhir bulan ini kontraknya turun sebanyak 0.3% menjadi 2,068.00 pada pukul 20.15 wib. Indeks pada pekan lalu di tutup dengan reli mingguan terpanjang beruntun dalam sepekan, di tutup di rekor tertinggi seiring laporan nonfarm payroll yang lebih baik dari estimasi telah meningkatkan optimisme dalam ekonomi. Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir sebesar 54 poin atau, 0.3%, menjadi 17,889.

"Pasar telah reli dengan sangat luar biasa sejak bulan Oktober, jadi tidak mengejutkan jika ada sedikit aksi ambil untung pada kecemasan perlambatan pertumbuhan global pada angka ekspor China," kata Patrick Spencer, kepala penjualan ekuitas AS di Robert W. Baird & Co. di London. "Namun saya perkirakan bahwa kita akan terus melihat harga yang lebih tinggi sampai akhir tahun ini di balik angka ekonomi yang kuat di AS pada pekan lalu."

Indeks patokan telah rebound sebesar 11% dari level terendah di bulan Oktober di tengah spekulasi bahwa ekonomi AS cukup kuat untuk bertahan dari perlambatan global dan pengetatan kebijakan moneter setelah Federal Reserve mengakhiri program pembelian aset.

Pengirima keluar negeri China naik sebesar 4.7% dari setahun yang lalu di bulan November, di laporkan oleh Bea Cukai China pada hari ini. Hasil tersebut di bawah estimasi 8% dalam survei Bloomberg. Nilai impor turun sebesar 6.7%, di bandingkan dengan proyeksi kenaikan 3.8%.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar