Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

stock-index Stock Index

Data Ekonomi Bantu Bursa Eropa Atasi Earnings Buruk

Jumat, 24 Oktober 2014 0:23 WIB
Dibaca 477

Monexnews - Bursa saham Eropa menapaki rally menjelang penutupan pasca data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi dan kendati kecemasan mengenai buruknya hasil earnings korporat. Indeks bursa saham utama kawasan menguat pada 16 dari 18 negara Eropa hari ini. Indeks DAX Jerman naik sebanyak 1.2%, indeks CAC Perancis menguat sebesar 1.3% dan indeks FTSE Inggris meraih gain sebanyak 0.3%. Hal sernings yang dirilis pada hari Kamis pagi juga menjadi fokus. Grup perbankan asal Swiss, Credit Suisse, melaporkan laba bersih kuartal ketiga yang berada di atas estimasi analis seiring kenaikan pada pendapatan sektor investasinya. Namun Credit Suisse nampak cemas terhadap kuartal terakhir, mengatakan memiliki penasehat dan rencana perubahan yang kuat namun laju eksekusi akan tergantung pada kondisi pasar, dengan sahamnya turun lebih dari 1%. Saham peritel Inggris, Tesco, anjlok sebesar 6% dalam berita bahwa kelebihan laba pada rilis sebelumnya lebih buruk dari kecemasan pada awalnya. Data PMI zona euro dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, dengan PMI gabungan berada pada 52.2 di bulan Oktober, naik dari 52.0 di bulan September lalu.

Di Inggris, penjualan ritel turun lebih dari ekspektasi di bulan September saat dibandingkan dengan bulan sebelumnya seiring cuaca panas yang tidak biasanya menekan tingkat penjualan baju dan sepatu, dengan tingkat penjualan masing-masing barang tersebut turun hampir 8% dari bulan ke bulan menurut Office of National Statistics. Bursa saham Eropa telah memimpin penurunan yang telah menghilangkan sekitar 5.5 trilyun dollar dari nilai saham global di tengah spekulasi bahwa kebijakan stimulus European Central Bank tidak akan cukup untuk memicu pertumbuhan. Investor sedang mencerna data ekonomi untuk mengukur kesehatan perekonomian setelah International Monetary Fund bulan ini mengatakan bahwa zona euro beresiko kembali jatuh ke dalam resesi.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar