Senin, 16 Januari 2017

stock-index Stock Index

Data Ekonomi Global Menopang Pemulihan Wall St

Kamis, 22 Agustus 2013 21:36 WIB
Dibaca 542

Monexnews - Mayoritas saham di Wall Street mampu melakukan rebound pada awal perdagangan hari Kamis, menyusul beberapa data positif dari AS, China dan zona Euro. Kendati demikian, ketidakpastian tentang kapan Federal Reserve akan mulai mengurangi program stimulusnya masih membayangi sentimen pasar.

Dow Jones Industrial Average beranjak sekitar 60 poin lebih tinggi, dengan dipimpin oleh saham Microsoft dan Alcoa. Begitu pula dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite, yang masing-masing berhasil mengemas kenaikan 0,8% dan 1,05% sejauh ini.

Data ekonomi AS yang dirilis hari ini menunjukkan angka klaim awal pengangguran bertambah menjadi 336.000 sepanjang pekan lalu, yang sedikit lebih tinggi dari ekspektasi 330.000. Sementara Markit melaporkan kenaikan indeks manufaktur AS ke level terkuat sejak Maret menjadi 53,9 pada bulan Agustus.

Dari Asia, estimasi awal HSBC menunjukkan PMI manufaktur China kembali menapaki level ekspansi untuk pertama kalinya dalam 4-bulan pada bulan Agustus berkat rebound dalam pesanan baru. Selain menambah tanda-tanda stabilisasi China, data ini juga memulihkan sentimen investor setelah angka bulan Juli yang mengecewakan.

Beberapa data dari Eropa juga turut memperbaiki mood investor. PMI komposit Jerman bulan Agustus dirilis naik menjadi 53,4 dari 52,1 pada bulan Juli. Sedangkan PMI komposit zona Euro sukses melampaui ekspektasi dengan naik menjadi 51,7 dari 50,5 pada bulan lalu.

Bagaimanapun, ketidakpastian seputar rencana pengurangan stimulus oleh Federal Reserve masih membayangi sentimen pasar. Minutes rapat kebijakan Fed terakhir yang dirilis kemarin menunjukkan para pembuat kebijakan tengah bersiap memperlambat laju pembelian $85 milyar obligasi per bulan, meskipun tidak memberikan indikasi jelas tentang kapan wacana tersebut akan dilaksanakan.

Selain itu, fokus pasar juga akan tertuju pada simposium tahunan Fed di Jackson Hole, Wyoming, yang dimulai hari Kamis. Tidak seperti biasanya, acara tersebut tidak akan dihadiri oleh Ketua Fed Ben Bernanke. Sehingga berpotensi memicu beberapa spekulasi tentang siapa sosok yang akan menggantikannya sebagai pimpinan bank sentral AS pada bulan Januari mendatang. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar