Senin, 29 Mei 2017

stock-index  Stock Index

Data Inflasi Beri Efek Pesimis ke Bursa Shanghai

Rabu, 15 Oktober 2014 10:23 WIB
Dibaca 662

Monexnews -

Lantai bursa Shanghai China terpantau bergerak pada kisaran negatif di perdagangan hari Rabu (15/10) akibat terbebani oleh aksi jual investor di sektor produsen minyak menyusul anjloknya harga minyak dunia di tambah kekecewaan investor terhadap data inflasi domestik.

Harga minyak global jenis WTI (West Texas Intermediate) kembali merosot hingga menyentuh level $81.35/barrel semalam sekaligus mencatat level terendah dalam 2 tahun terakhir sejak Juni 2012 silam.

Penurunan tajam terjadi setelah pihak IEA (International Energy Agency) menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

Dalam laporan bulanan tersebut, IEA menjelaskan bahwa pihaknya memperkirakan angka permintaan minyak tahun ini akan sebesar 700,000 bpd, menurun dari estimasi sebelumnya pada level 900,000 bpd.

Saham-saham berbasis energi hari ini sontak mengalami keterpurukan sehingga menjadi penghambat atas laju pergerakan indeks Shanghai. Setidaknya saham dari produsen minyak dan gas terbesar China - PetroChina Co. Ltd., tumbang hingga 2.5%, saham CNOOC Ltd. tercatat anjlok (-1.4%), dan China Petroleum & Chemical Corporation atau dikenal dengan sebutan Sinopec, sahamnya jatuh (-0.6%).

Sementara data inflasi China yang melambat yang di rilis pagi ini, juga turut memberikan efek pesimis bagi kalangan investor terhadap prospek pertumbuhan di tanah China daratan.

Tingkat harga konsumen China (CPI y/y) tercatat naik 1.6% di September, menurun dari bulan sebelumnya setahun yang lalu pada level 2%, dan sedikit lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 1.7%.

Sedangan tingkat harga grosir (PPI y/y) juga kian merosot sebesar (-1.8%), dibanding bulan sebelumnya yang tercatat (-1.2%), dan meleset dari ekspektasi sebesar (-1.6%).

Tingkat harga produsen China ini (PPI) terus mengalami penyusutan sejak Februari 2012 silam terutama akibat tertekan oleh merosotnya harga komoditas dunia, kelebihan kapasitas di dalam negeri (over capacity) serta menurunnya tingkat permintaan domestik maupun luar negeri.

Sementara indeks utama Shanghai komposit China tercatat melemah (-0.17%) atau tergerus (-4.11) poin pada kisaran area 2355.36.
(dar)   

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar