Senin, 25 September 2017

stock-index  Stock Index

Data Positif Hijaukan Bursa Regional

Jumat, 11 Januari 2013 11:18 WIB
Dibaca 355

Monexnews -Indeks Jepang menyentuh level tinggi baru 22 bulan seiring dengan pelemahan nilai tukar valuta pasca rilis data defisit perdagangan Jepang yang melampaui perkiraan. Dolar AS menguat hingga Y89.35, level tertingginya terhadap yen sejak bulan Juni 2010. Dolar saat ini di Y88.94, dibandingkan dengan Y88.78 hari Kamis (10/01) malam di New York. Tadi malam greenback mencatat gain 1.0%. Sementara yen melemah setelah Jepang mengumumkan bahwa current account turun menjadi defisit di angka Y222.4 miliar di bulan November, jauh lebih banyak dari perkiraan penurunan sebesar Y33.5 miliar. 

Pelemahan yen masih menjadi faktor utama pendorong gain saham dengan Nikkei yang melambung 1.1% ke 10,780 setelah sebelumnya menembus level 10,800 untuk pertama kali sejak akhir Februari 2011. Saham eksportir juga bergerak naik dengan Mazda Motor Corp. naik 1.5%, dan Nikon Corp. naik 2.9%.

Pemerintah Jepang telah menyetujui paket stimulus ekonomi senilai Y10.3 triliun yang dibuat untuk mendorong ekonomi domestik termasuk diantaranya pengeluaran publik. Pemerintah juga mengatakan akan bekerja sama dengan Bank of Japan. Sektor manufaktur konstruksi Jepang menunjukkan kinerja yang positif di pasar. Komatsu naik 2.0% dan Hitachi Construction Machinery naik 2.7% higher. Masih di Jepang, Sharp Corp. melambung 10.2%. Pasar juga telah mencerna data inflasi China yag dirilis sehari setelah rilis data perdagangan yang berada di atas ekspektasi dan mendorong sentimen bursa regional.

Consumer price index China naik 2.5% di bulan Desember dari tahun lalu, lebih cepat dari kenaikan di bulan November sebesar 2.0%, dan mendekati perkiraan kenaikan 2.4% oleh ekonom yang disurvey Dow Jones Newswires.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng bergerak flat sementara China, Shanghai Composite turun 0.4%. Dolar Australia terkoreksi dari level tinggi empat bulan di US$1.0596 yang tercapai tadi malam (10/01). Saat ini Aussie di US$1.0582. Mata uang Australia mendapat dorongan dari rilis data perdagangan China kemarin.

Di Sydney, S&P/ASX 200 turun 0.4% setelah sektor komoditi menunjukkan penurunan kinerja setelah beberapa perusahaan pertambangan diturunkan peringkatnya oleh Macquarie: BHP Billiton -1.9% dan Rio Tinto -2.0%. Kospi Korea Selatan turun 0.7%. Euro sedikit melemah di pasar Asia. Euro di $1.3258, setelah kemarin menguat hingga 1.6%. Penguatan tajam yang menempatkan mata uang di level tertinggi sejak April. Tindakan ini dipicu oleh keputusan Bank Sentral Eropa untuk manahan diri untuk memangkas suku bunga.

(din)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar