Selasa, 17 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Deadlock Fiskal Buyarkan Gain Asia

Jumat, 21 Desember 2012 12:51 WIB
Dibaca 629

Monexnews - Bursa saham Asia terseret ke teritori negatif pada hari Jumat (21/12) seiring surutnya optimisme investor terhadap penyelesaian jurang fiskal Amerika Serikat.

Koreksi menerpa seluruh bursa saham utama. Indeks Nikkei Jepang anjlok nyaris 1% ke level 9955.00 meski sempat menguat 1,3% di awal sesi. Sementara indeks Hang Seng melemah 0,8% ke 22.485 dan Kospi Korea Selatan turun 1% ke 262.90.

Di bagian Asia lainnya Taiex Taiwan terkoreksi 1.2%, S&P/ASX 200 index merugi 0.3%, Singapore’s Straits Times Index turun 0.3% dan Shanghai Composite Index minus 0.5%. Di sesi awal, sebagian bursa sepmat menguat akibat dipengaruhi oleh kinerja positif Wall Street semalam. Dow Jones Industrial Average bahkan mencetak penguatan 0.5% setelah beredar kabar bahwa juru bicara Republikan di kongres, John Boehner, berkomentar positif terhadap negosiasi fiskal dengan Presiden Barack Obama.

Sayangnya beberapa saat kemudian muncul berita bahwa pejabat tinggi Partai Republik membatalkan opsi B, yang isinya mencakup perpanjangan masa insentif pajak bagi warga berpendapatan di bawah $1 juta per tahun. Kegagalan Gedung Putih menarik dukungan anggota kongres membuat potensi kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran di tahun 2013 terbuka lebar. Kontrak saham Amerika juga langusng merespon kabar dari Washington dengan pelemahan. Dow Jones Industrial Average Desember terkoreksi 1.5% dan S&P 500 minus 1.6%. Volatilitas yang terjadi hari ini banyak dipicu oleh ketidakpastian fiskal Amerika. Apalagi masa reses kongres hingga sesudah perayaan Natal membuat masa depan perekonomian negara itu menggantung di awang-awang.

Saham berbasis energi membebani kinerja saham Hong Kong, dipimpin oleh penurunan harga saham China Petroleum & Chemical Corp.dan Cnooc Ltd. yang anjlok masing-masing 1.1%. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pelemahan kontrak berjangka minyak Amerika lebih dari 1 Dollar di sesi elektronik. Sementara itu penguatan Yen kembali berdampak negatif bagi saham eksportir seperti Panasonic Corp., yang anjlok 1.8%. Adapun saham Sharp Corp. kehilangan 5.6% dan Toyota Motor Corp.minus 2.6%. Mitsubishi Motors Corp. merosot sampai 7%, akibat masih terpengaruh oleh recall kendaraan dan masalah keamanan. Di Korea Selatan, saham kelas berat Samsung Electronics Co. melemah 3.7% sehingga membebani performa Kospi.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar