Jumat, 21 Juli 2017

stock-index  Stock Index

Dibuka Menguat, Bursa Eropa Awasi Perkembangan Syria

Kamis, 5 September 2013 14:14 WIB
Dibaca 502

Monexnews - Bursa saham Eropa hari ini (Kamis 05/09) dibuka menguat. Fokus perhatian utama terpusat ke St.Petersburg, tempat di mana kepala negara-negara ekonomi besar dunia berkumpul dalam forum G20.

Pelaku pasar berharap pemimpin-pemimpin negara maju dan berkembang dapat mencari solusi terkait konflik di Syria. G20 semestinya dirancang untuk mengakomodasi kepentingan ekonomi dan pertumbuhan dunia. Tetapi eskalasi konflik Syria yang memuncak mau tidak mau harus diberikan porsi lebih karena berpotensi memberi efek negatif pada stabilitas keamanan global. Gedung Putih sudah secara tegas mengutarakan rencana agresi ke Syria dengan alasan kemanusiaan. Dugaan pemakaian senjata kimia oleh militer al-Assad diklaim sebagai pelanggaran hukum perang secara telanjang dan patut dihentikan. Presiden Barack Obama sedang menggalang dukungan dari kongres dan kolega politik sebelum meluncurkan rudalnya ke target-target strategis di Damaskus. Walaupun restu tertulis belum didapatnya, kemungkinan besar pihak legislatif akan menyetujui keinginan sang presiden dalam voting pekan depan.

Di sisi lain, niat mobilisasi militer Amerika mendapat penolakan keras dari sekutu Syria, yakni pihak tuan rumah G20, Rusia. Kekuatan negara emerging lainnya seperti China, belum secara implisit memberikan sikapnya, namun Jepang sudah menyatakan sikap pro ke Amerika. Perang statement antara Vladimir Putin dan Barack Obama terus mengemuka dalam beberapa hari terakhir. Obama mengklaim Amerika hanya berusaha menjaga stabilitas dunia dan tidak menganggap perang sebagai opsi utama menuju perdamaian. "Seluruh dunia sepakat menentang penggunaan senjata kimia oleh pihak manapun. Saya tidak mengarang cerita soal apa yang terjadi di sana (Syria) karena itu sama saja dengan mempertaruhkan kredibilitas saya," ujar Barack Obama pada suatu kesempatan wawancara di Swedia.

Sementara di tempat terpisah, Vladimir Putin lebih berhati-hati dalam mengeluarkan komentar walaupun makna di baliknya juga tidak kalah keras. "Kami tentu punya rencana untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa depan, tapi saya belum bisa mengatakan itu," ujarnya. Gedung Putih mengklaim sebanyak 1.429 orang meninggal dalam aksi serangan gas beracun pada tanggal 21 Agustus lalu. Organisasi Syrian Observatory for Human Rights telah mengumpulkan data-data dari kelompok aktivis di Syria dan menyatakan jumlah korban jiwa bertambah sampai 500 orang lebih.

Meredanya tensi perang Syria membuat pelaku pasar saham bersikap optimis hari ini. Selain karena tertunda oleh restu parlemen, masih ada harapan tercapainya solusi damai dari forum G20. Di awal pembukaan, indeks CAC 40 Prancis dibuka naik 0.1% ke 3,984.17 dan FTSE 100 index menguat 0.4% ke 6,497.11. Indeks gabungan Stoxx 600 naik 0.2% ke 302.97 dan DAV Jerman menguat 0.2% ke 8,210.17. Nilai tukar Euro terpantau pada posisi 1.31691 per Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar