Jumat, 15 Desember 2017

stock-index  Stock Index

Dua Bursa Eropa Curi Perhatian Investor

Senin, 27 Mei 2013 11:42 WIB
Dibaca 504

Monexnews -  Kiprah bursa saham Eropa memang tidak sebaik koleganya di Jepang dan Amerika Serikat sepanjang tahun ini. Namun performa beberapa indeks tergolong impresif terutama di tengah iklim krisis hutang benua biru.

Suasana di beberapa indeks saham penting Eropa tidak terlalu riuh jika dibandingkan dengan keramaian yang terjadi di New York atau Tokyo 5-6 bulan terakhir. Penyebabnya tidak lain adalah dampak krisis regional yang tidak hanya mempengaruhi gairah bisnis dan belanja konsumen, namun turut menggerus laba emiten. Pun demikian, kemungkinan munculnya bencana keuangan baru di wilayah ini relatif menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya. Jadi mulai terbuka peluang bagi pelaku pasar untuk lebih agresif berpartisipasi menyemarakkan lagi lantai-lantai bursa khususnya di negara perekonomian maju. "Dibutuhkan suatu suntikan fundamental guna mengembalikan optimisme pasar," ujar Neil Shah, Director of Edison Investment, London.

Indeks FTSE 100 sudah menguat nyaris 25% dalam 12 bulan terakhir dan sekarang sedang merapat ke rekor tertinggi yang terukir tahun 1999 silam. Peluang meningkatnya aksi beli di tengah kondisi makroekonomi yang lebih kondusif sangat besar tahun ini. "Saya tidak terkejut jika nantinya kita melihat kenaikan antara 5% dan 7% dalam waktu dekat," tambah Shah. Sentimen utama yang dapat diandalkan oleh pelaku pasar adalah pemberlakuan suku bunga rendah di Inggris dan Eropa. Alasan ini juga yang dimanfaatkan oleh investor saham Jepang dan Amerika untuk mendongkrak performa saham di dua negara itu ke level tingginya masing-masing.

Di Jerman, indeks DAX merangsek ke rekor tertinggi sepanjang masa pekan lalu. Perekonomian Jerman sukses menghindarkan diri dari ancaman resesi sehingga investor yakin kalau negara ini bisa menggiring Euro zone ke arah yang lebih baik. Andai saja kondisi serupa juga dialami oleh Spanyol, Italia dan Jerman, yang sampai sekarang masih terjebak dalam kontraksi ekonomi dan banjir pengangguran. "Investor memilih tempat penanaman modal dengan risiko lebih rendah, itulah alasan yang membuat pasar saham Jerman meningkat," ujar Gary Thayer, Kepala Ahli Strategi Makro Wells Fargo Advisors. Menurutnya, kondisi ekonomi Jerman yang lebih sehat lebih memberikan rasa aman untuk sementara waktu. Risiko jangka panjang masih eksis di zona Euro, negara dengan kondisi ekonomi lebih kondusif adalah negara yang akan memiliki performa saham terbaik. FTSE pada akhir pekan lalu ditutup di level 6,654.34 sementara DAX berakhir di level 8,305.32.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar