Minggu, 28 Mei 2017

stock-index  Stock Index

Faktor Cuaca Tekan Saham Peritel Inggris, FTSE Melemah

Selasa, 30 September 2014 18:08 WIB
Dibaca 557

Monexnews - Indeks saham utama Inggris melemah pada hari Selasa, dengan anjloknya saham peritel setelah Next mengatakan akan memangkas proyeksi laba tahunannya jika cuaca hangat yang tidak biasanya berlanjut. Bursa saham utama Inggris nyaris tidak bereaksi pasca data GDP Inggris yang dirilis lebih tinggi dari estimasi sebelumnya. Saham peritel pakaian no.2 di Inggris, Next, anjlok sebanyak 4.2%, memimpin penurunan pada saham blue-chip, setelah mengatakan cuaca hangat yang tidak biasanya pada musim gugur membuat konsumen enggan membeli pakaian musim dingin. Tingkat penjualan kuartal ketiga miliknya hingga saat ini naik 6%, lebih rendah dari proyeksi kenaikan sebeasr 10%.

"Next biasanya tidak seirng memangkas proyeksi. Sehingga fakta bahwa ada peringatan seperti itu mungkin akibat cuaca yang lebih hangat menekan nilai sahamnya, yang mana telah rally selam aini, dan jika akan memukul sektor peritel jika cuaca masih tidak sesuai dengan musim," ucap Jawaid Afsar sales trader pada Securequity. Faktor cuaca juga menekan saham peritel lainnya, dengan Marks & Spencer anjlok sebanyak 2% untuk menjadi saham dengan penurunan terbesar kedua pada indeks saham utama. Saham Debenhams juga anjlok sebanyak 2.9%.
Investor masih nampak cepat menysusul data manufaktur China yang lemah, dan keresahan sipil di Hong Kong, di mana ribuan demonstran pro demokrasi memperpanjang penutupan jalan. Dari sisi positif, saham Intertek melonjak sebanayk 3.8% setelah menunjukkan CEO baru untuk menggantikan Wolfhart Hauser. Andre Lacroix akan bergabung dari perusahaan mobil multinasional Inchcape, di mana ia telah menjabat CEO sejak 2005. Saham milik Inchcape turun sebanyak 4%. Saham Royal Bank of Scotland juga meraih gain setelah mengatakan akan mengurangi sejumlah besar provisi yang telah disiapkannya untuk menutupi kerugian akibat kredit macet. Saham RBS naik sebanyak 2.7% setelah mengatakan akan menyisihkan 800 juta pound dari provisinya seiring membaiknya perekonomian, terutama di Irlandia.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar