Selasa, 19 September 2017

stock-index  Stock Index

Faktor Politik Jegal Laju Bursa Eropa

Rabu, 3 Juli 2013 14:07 WIB
Dibaca 452

Monexnews - Bursa saham Eropa dibuka melemah pada sesi perdagangan Rabu (03/07). Faktor instabilitas politik regional mendominasi sentimen yang beredar di lantai bursa benua biru.

Indeks Stoxx Europe 600 turun 0.4% ke level 286.03 dan DAX Jerman anjlok 1.1% ke level 7,823.20. Sementara di Inggris, FTSE 100 merosot 1% ke 6,240.06 kemudian disusul oleh CAC 40 Prancis yang merugi 1% ke 3,703.77. Rasio pelemahan terbesar tampak di lantai bursa Portugal, di mana negara ini sedang dilanda instabilitas politik sehingga indeks utama PSI 20 terpuruk 4% ke 5,300. Dua kabar besar yang menyita perhatian investor di benua Eropa adalah soal perpecahan di kabinet Lisbon dan deadline 3 hari bagi Yunani untuk menjelaskan soal target pemangkasan kepada pihak Uni Eropa.

Pemerintahan Portugal terpaksa kembali merelakan salah satu menterinya lengser dari posisi strategis. Menteri Luar Negeri Paulo Portas, yang juga merangkap sebagai Ketua Partai Koalisi Junior, dinyatakan mundur karena beda pendapat soal pemangkasan anggaran. Satu hari sebelumnya, perdana menteri Pedro Passos Coelho juga kehilangan menteri keuangan Vitor Gaspar karena alasan serupa. Pengunduran diri dua menteri penting makin memperkuat spekulasi soal perpecahan dalam kabinet dan partai koalisi Portugal.

Dalam surat pengunduran dirinya, Portas menyatakan tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam hal pemangkasan anggaran. Dalam klausul bailout senilai 78 miliar Euro tahun 2011 silam, Portugal memang dipaksa untuk mengambil langkah efisiensi kejam guna menyeimbangkan neraca keuangan yang terlanjur bobrok. Negara ini telah mengalami resesi selama dua tahun dan perekonomiannya diperkirakan kembali berkontraksi 2.3% tahun 2013.

Sementara itu di Athena, pihak Troika (Bank Sentral Eropa, Dana Moneter Internasional dan Uni Eropa) kemarin telah memberi peringatan keras kepada pemerintah Yunani. Negara yang tengah terbelit krisis itu diminta menepati janjinya untuk memenuhi persyaratan dari bailout terdahulu.

Yunani mempunyai 3 hari untuk meyakinkan Troika bahwa pemerintahannya mampu menuntaskan segala kewajiban yang dibebankan pada klausul dana talangan sebelumnya. Kalau tidak, pihak Athena tidak akan diberi suntikan dana lanjutan senilai 8.1 miliar Euro atau setara $10.59 miliar sebagiamana kesepakatan yang telah ditandatangani kedua belah pihak. Seperti diketahui, Yunani gagal memenuhi poin persyaratan dalam hal reformasi sektor publik. Setelah resesi selama 6 tahun, pemerintah masih juga belum mampu menghemat anggaran dari pos badan usaha dan kelembagaan negara. Pihak Yunani kini dituntut dapat memaparkan alasan yang meyakinkan tentang berbagai kendala dan tantangan yang mereka hadapi di hadapan pada kreditur hari Jumat nanti. Apabila perwakilan pemerintah gagal memaparkan argumentasi yang valid, maka pinjaman berikutnya sebesar 8.1 miliar terancam dibekukan. Nilai tukar EUR/USD kini terpantau di level 1.29571.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar