Sabtu, 25 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Ikuti Jejak Wall Street, Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 12 Januari 2015 8:23 WIB
Dibaca 748

Monexnews - Bursa saham Asia dibuka melemah pada hari Senin, mengikuti penutupan negatif oleh Wall Street pekan lalu pasca data nonfarm payrolls bulan Desember memberikan outlook mix terhadap perekonomian. Bursa saham AS ditutup melemah pada hari Jumat lalu, menyeret indeks kembali ke area negatif untuk tahun ini, seiring data tenaga kerja bulan Desember yang melebihi ekspektasi namun tingkat upah per jam mencetak penurunan. Penurunan harga pasar minyak global pada hari Jumat kemungkinan juga akan memperkeruh sentimen pada bursa Asia hari ini. Sementara itu, bursa saham Jepang ditutup untuk "Coming of Age Day".

Indeks S&P ASX 200 milik Australia dibuka melemah pada awal sesi perdagangan, sementara dollar Australia rebound ke level tinggi 3-1/2 pekan di atas level 82 sen terhadap dollar AS. Penurunan pada harga bijih besi menjadi $69.80 per ton menekan saham sektor pertambangan pada awal sesi hari Senin; saham Fortescue Metals dan BHP Billiton masing-masing turun hampir sebanyak 2%. Saham milik produsen energi juga mencetak penurunan, dengan Santos dan Oil Search turun sebanyak 2% dan 1.2% masing-masing.
Bursa saham Korea Selatan dibukan melemah di tengah penurunan saham-saham besar pada indeks. Saham Samsung Electronics turun sebanyak 0.2%, sementara saham produsen baha POSCO turun sebanyak 0.3% pada pembukaan. Saham milik Hyundai Motor anjlok sebanyak 2% dan Kia Motors turun sebanyak 0.9%, dalam berita bahwa tingkat ekspor otomotif Korea Selatan turun untuk kedua tahun berturut-turut di tahun 2014. Tingkat transaksi penjualan rumah di Korea Selatan untuk tahun 2014 naik sebanyak 18% untuk tingkat tahunan menjadi 1 juta transaksi.
Fokus akan tertuju pada India, yang akan merilis sejumlah data ekonomi penting pada hari Senin. Indeks harga konsumen untuk bulan Desember diperkurakan akan emnunjukkan inflasi ritel bertambah cepat menjadi 5.4% di bulan Desember, dari 4.4% di bulan November. Kenaikan ini mungkin akan menekan peluang pemangkasan suku bunga lebih awal oleh Reserve Bank of India. Sementara itu, data output industri dan perdagangan untuk bulan November juga akan dirilis hari ini.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar