Minggu, 23 Juli 2017

stock-index  Stock Index

Indeks China Tampil Beda di Akhir Pekan

Jumat, 16 Agustus 2013 12:37 WIB
Dibaca 492

Monexnews - Sebagian besar indeks saham Asia terpantau melemah pada sesi perdagangan hari Jumat (16/08). Namun demikian bursa saham China justru menorehkan kinerja terbaiknya di tengah aksi short covering investor.

Pelaku pasar saham China melakukan aksi beli saham berbasis produk berjangka sehingga indeks gabungan Shanghai menguat sampai 5.6% ke level terbaiknya dalam dua bulan terakhir. Padahal di wilayah lain sebagian besar pasar ekuitas sedang lesu karena terpengaruh oleh kemungkinan terminasi stimulus Bank Sentral Amerika Serikat. Indeks Nikkei Jepang 'jeblok' 0.7% dan futures kini tercatat pada posisi 13.635. Sementara KOSPI Korea Selatan melemah 0.1% ke level 249.10 dan Hang Seng Hong Kong turun 0.2% sehingga kini berada pada 22.440. Di Australia, indeks S&P/ASX minus 0.8% dan Sensex Taiwan merosot 2.1%.

Bank Sentral Australia mengumumkan rencana pemberlakuan aturan tentang kecukupan likuiditas bank secara lebih ketat. Tujuannya adalah untuk menciptakan garis regulasi yang lebih ketat bagi perusahaan perbankan yang beroperasi di negeri kangguru. Aturan yang disebut 'Committed Liquidity Fund' atau CLF ini akan membuat neraca keuangan bank-bank lebih terproteksi, seandainya nanti terjadi suatu bencana finansial skala besar seperti tahun 2008 silam. CLF sesungguhnya sudah dirancang oleh Australian Prudential Regulation Authority dan the Reserve Bank of Australia pada tahun 2010 sebagai alat perlindungan nilai aset bagi bank-bank yang memegang obligasi dengan rating AAA-. Komponen aturannya sudah disesuaikan dengan isi pasal-pasal dalam Basel III. Dollar Australia kini terpantau pada posisi 0.9147 per US Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar