Kamis, 30 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Indeks DAX Jerman Menembus Level 12,000

Senin, 16 Maret 2015 17:40 WIB
Dibaca 536

Monexnews - Bursa saham Jerman mempertahankan sentimen bullish pada hari Senin, dengan indeks DAX menembus level psikologis 12,000 untuk bertapa kalinya dan menyentuh rekor tinggi baru pada awal sesi perdagangan pada Frankfurt Stock Exchange. Analis mengatakan penggerak utama menuju rekor tinggi baru adalah peluncuran program pembelian obligasi oleh European Central Bank (ECB), yang telah mulai mengalirkan puluhan milyar euro menuju pasar tiap bulannya untuk menepis deflasi dan membangkitkan perekonomian zona euro. Faktor lainnya adalah pelemahan euro yang berkepanjangan, dengan euro saat ini melemah menuju level paritas terhadap greenback. Pelemahan euro membuat bea ekspor perusahaan di Jerman lebih murah yang mana membantu nilai saham mereka untuk kembali naik. 

Kenaikan pada DAX dipimpin oleh saham K+S AG, Siemens AG dan Bayerische Motoren Werke AG, yang masing-masing naik setidaknya 1.5%. Siemens merupakan salah satu saham yang naik paling tajam pada DAX, menguat sebanyak 1.6% menuju level tertinggi dalam sekitar 7 tahun, setelah berhasil mendapatkan kontrak dengan Mesir. Saham Actelion juga naiks ebanyak 1.3% setelah perusahaan biofarmasi asal Swiss tersebut mengumumkan hasil positif dari uji coba obat jantung terbarunya. Bagaimanapun juga, saham Lafarge anjlok sebesar 4.25 dan saham Holcim turun 1.3% seiring perselisihan di antara dua perusahaan semen besar tersebut mengenai syarat rencana merger. Saham pada CRH asal Irlandia, yang telah sepakat untuk membeli aset dari Lafarge dan Holcim seiring mereka mencoba mendapatkan persetujuan untuk rencana mergerk mereka, juga turun sebanyak 3%.
Sebagian besar investor juga menantikan hasil pertemuan dua harian Federal Reserve yang akan dimulai hari Selasa. Pasca serentetan data tenaga kerja yang positif, ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed pada bulan Juni telah meningkat. Ekspektasi tersebut menguatkan nilai tukar dollar, yang mana juga menambah tekanan turun pada euro. Pelemahan pada euro telah mengangkat earnings perusahaan di Eropa sebanyak 10%-13% di tahun 2015. Bagaimanapun, untuk perusahaan AS, penguatan dollar akan menekan hasil earnings.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar