Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

stock-index  Stock Index

Sentimen Yunani Bebani Bursa Saham Asia

Senin, 29 Juni 2015 13:54 WIB
Dibaca 615

Monexnews - Bursa saham China terus menukik ke bawah pada hari Senin walaupun People Bank of China (PBOC) meluncurkan paket pelonggaran yang keempat sejak bulan November. Sementara itu di kawasan Asia lainnya, pasar ekuitas juga diterpa aksi jual setelah Yunani gagal untuk mencapai kesepakatan dengan para kreditur internasionalnya selama akhir pekan.

Menyerahkan penguatan pada awal perdagangan, indeks Shanghai Composite China memperpanjang kerugian tajam dari pekan sebelumnya untuk menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan di hari Senin. Hingga sesi tengah hari, bursa saham Shanghai telah melipatgandakan kerugiannya menjadi 7.5% walaupun PBOC meluncurkan paket pelonggaran yang lebih besar dari perkiraan selama akhir pekan, dalam upaya untuk menstabilkan pasar saham yang sedang volatile.

PBOC menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4.85% dan mengurangi tingkat suku bunga deposito sebesar 25 bps menjadi 2% pada hari Sabtu. Pemangkasan suku bunga datang dibalik penurunan drastis sebesar 7.4% di pasar saham pada hari Jumat, yang indeks Shanghai Composite terlihat mengalami kerugian terbesar dalam satu hari sejak 19 Januari. Untuk dua pekan terakhir, indeks telah jatuh 20%.

Di Hong Kong, Legend Holdings, perusahaan induk dari produsen komputer Lenovo Group, mengembalikan tren pergerakannya untuk sedikit melemah dalam debutnya di pasar. Penawaran saham perdana (IPO) senilai $2 miliar dollar akan menjadi IPO terbesar di Hong Kong sejak Dalian Wanda Commercial Properties sahamnya naik ke $4.04 pada bulan Desember lalu.

Saham Lenovo Group merosot hampir 5%. Sementara itu indeks Hang Seng turun hampitr 3% ke level terlemah sejak 8 April.

Indeks Nikkei 225 Jepang menyentuh level terendah satu pekan karena yen yang menguat terhadap pelemahan dollar.

Penurunan di indeks dipimpin oleh saham eksportir, perbankan dan rumah broker. Sektor eksportir yang pergerakan sahamnya tergantung pada fluktuasi mata uang, seperti produsen mobil yaitu Honda dan Suzuki Motor, sahamnya anjlok lebih dari 2% untuk masing-masing, sementara Toyota Motor sahamnya anjlok 1.8%.

Untuk sektor keuangan, saham Mizuho Financial melemah 3.2%, sementara itu saham Nomura Holdings turun 1.9%.

Indeks Kospi Korea Selatan menyentuh level terendah satu pekan di tengah aksi jual yang masif.

Diantara saham yang mengalami kerugian besar adalah, saham rumah broker seperti Samsung Securities yang meningkatkan kerugiannya menjelang penutupan untuk anjlok 6.5%. Saham produsen minyak seperti SK Innovation dan S-Oil juga memperlebar kerugiannya menjadi 5.5% dan 6% karena harga minyak mentah yang terpuruk di sesi perdagangan Asia.

Di dalam sektor teknologi, saham LG Electronics merosot 4.4% menjadi 47,350 won, menyentuh level terendah dalam hampir 11 tahun.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar