Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

stock-index  Stock Index

Indeks Shanghai Choppy Setelah Data PMI, Bursa Asia Lainnya Menghijau

Rabu, 1 Juli 2015 14:02 WIB
Dibaca 424

Monexnews - Sebagian besar bursa saham Asia bergerak lebih tinggi pada hari Rabu walaupun Yunani gagal mendapatkan program bailout untuk membayar hutang hingga batas waktu yang ditentukan kepada IMF.

IMF pada hari Selasa menegaskan bahwa Yunani tidak membayar pinjaman sebesar 1.6 miliar euro. Juru bicara IMF  Gerry Rice mengatakan bahwa Yunani saat ini hanya akan menerima pendanaan IMF lebih lanjut setelah tunggakan mereka dibereskan.

Indeks Shanghai Composite bergerak fluktutif setelah perilisan pembacaan akhir indeks manufaktur China dari HSBC. PMI dari HSBC, yang lebih fokus kepada perusahaan berukuran kecil dan menengah, datang di level 49.4 di bulan Juni, berada di bawah pembacaan sebelumnya di level 49.6, namun berada di atas 49.2 yang tercatat di bulan Mei.

Sementara itu PMI manufaktur China versi pemerintah bertahan di level 50.2 di bulan Juni, stabil dari bulan sebelumnya dan hanya sedikit di atas level 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi, data ditunjukkan pada hari Rabu. Sebuah jajak pendapat Reuters perkirakan untuk angka 50.3.

Bursa saham Shanghai hingga tengah hari terlihat melemah sekitar 0.4%, sementara itu pasar Hong Kong ditutup untuk hari pembentukan administratif khusus.

Bursa saham Jepang menguat setelah dirilisnya survei bank sentral yang hasilnya lebih baik dari perkiraan.

Survei Tankan yang dilakukan oleh Bank of Japan pada tingkat kuartalan menunjukkan bahwa para manufaktur besar menjadi lebih optimis daripada perkiraan analis, dengan indeks menyentuh level tertinggi sejak Maret 2014, sebelum kenaikan pajak penjualan berikan dampak.

Pada berita perusahaan, saham Sony memangkas penguatannya menjadi 0.3% setelah naik ke level tertinggi 2% pada awal sesi. Saham produsen elektronik tersebut merosot lebih dari 8% pada hari Selasa setelah umumkan rencana untuk meningkatkan penerbitan saham baru menjadi $3.6 miliar dan mengkonversi obligasi sehingga dapat berinvestasi di dalam bisnis sensor yang sedang tumbuh dengan pesat.

Para analis mengatakan peyebab adanya aksi jual pada hari Selasa adalah karena dilusi ke saham yang ada.

Indeks Kospi, Korea Selatan menepis awal yang lambat untuk berakhir di level puncak dalam hampir sebulan pada hari Rabu.

Pada awal sesi, bursa Seoul berjuang di tengah perilisan data yang menunjukkan gambaran yang kurang menggembirakan dari ekonomi Korea Selatan. Nilai ekspor turun sebesar 1.8% di bulan Juni dari setahun yang lalu, melampaui ekspektasi Reuters untuk penurunan 1.0%, sementara itu nilai impor turun lebih besar dari perkiraan sebesar 13.6% di bulan Juni.

Saham Samsung C&T dan Cheil Industries naik 0.6% dan 2% untuk masing-masing, setelah pengadilan Korea Selatan menolak permintaan dari aktivis keuangan AS Elliot untuk permintaan memblokir suara pemegang saham pada tujuan merjer senilai $8 miliar antara dia perusahaan dari Samsung Group.

Saham Samsung Heavy Industries melonjak 13.2% dibalik berita bahwa perusahaan memenangkan pesanan senilai 5.3 triliun won dari Shell Gas & Power Development untuk membangun tiga fasilitas FLNG di Eropa.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar