Minggu, 24 September 2017

stock-index  Stock Index

Isu Bailout Cyprus Masih Hantui Asia

Jumat, 22 Maret 2013 11:40 WIB
Dibaca 1181

Monexnews - Hampir sebagian besar lantai bursa Asia tertekan di perdagangan akhir pekan ini (Jumat, 22/3) akibat kekhawatiran negara Siprus yang mungkin mengalami default atau kebangkrutan akibat utang-nya yang besar, sementara memburuknya aktivitas ekonomi kawasan Euro semakin mencerminkan parahnya permasalahan di kawasan itu.

Sentimen pasar kembali waspada akibat kekhawatiran atas kolapsnya sektor perbankan di Siprus seiring negeri kepulauan tersebut tengah berjuang untuk mendapatkan rencana bailout pada menit-menit terakhir. Negara Siprus telah diberi tenggat waktu hingga hari Senin mendatang (25/3), guna menyusun rencana untuk menaikkan 5.8 miliar euro yang diperlukan untuk mengamankan bailout internasional senilai € 10 miliar euro.

Namun jika setelah itu ternyata tidak ada kesepakatan, Bank Sentral Eropa (ECB) akan menarik dana darurat dari sejumlah bank-bank lokal. Alhasil, ketidakpastian tersebut kini membuat pasar menjadi ragu-ragu untuk masuk pasar.

Di bursa Tokyo, indeks Nikkei - Jepang terkroreksi di perdagangan akhir pekan ini terutama akibat imbas dari penguatan Yen semalam di tengah Cyprus yang kini tengah menghadapi batas waktu kesepakatan bantuan serta setelah gubernur Bank of Japan yang baru berjanji untuk lebih melonggarkan namun disertai gambaran detil baru. Semalam dollar AS (USD) jatuh dari level di atas ¥96 menuju level di bawah ¥95, tepatnya ke ¥94.56. Sehingga efeknya para eksportir hari ini melakukan aksi jual terutama pada saham blue chips.

Sedangkan indeks utama Hang Seng – Hong Kong kembali melanjutkan penurunannya akibat aksi jual masif di sektor logistik dan energi menyusul buruknya kinerja perusahaan di sektor itu. Aksi jual terutama mewarnai di sejumlah saham Li & Fung Ltd. dan produsen energi seperti PetroChina Co. dan Kunlun Energy Co. setelah buruknya laporan pendapatan mereka. Saham Li & Fung dan PetroChina masing-masing anjlok 2.1% dan 0.8%, sedangkan saham Kunlun jatuh 1.1% kendati ada peningkatan laba tahunan.

Sementara di lantai bursa Korea Selatan, indeks saham Kospi justru terpantau bergerak di teritori positif di perdagangan hari ini setelah kemarin bergerak di kisaran terendahnya sejak Februari lalu. Namun demikian pergerakan indeks nampak rapuh dan rentan terhadap faktor koreksi karena hampir semua bursa Asia hari ini melemah akibat terimbas oleh Wall Street yang ditutup negatif semalam. Pelemahan Wall Street dan sejumlah bursa Asia terutama karena pasar masih khawatir dengan ketidakpastian masalah bailout Cyprus yang belum juga ada titik terang.

Selain itu lesunya bursa Seoul juga seiring merosotnya minat investor untuk masuk pasar menyusul ancaman militer Korea Utara kemarin yang akan menyerang pangkalan agkatan laut Amerika di Guam dan Jepang. Indeks utama Kospi tercatat masih positif di kisaran 1951.47 atau menguat 0.03% dan masih meraih gain sebesar +0.70 poin, sedangkan indeks Kospi futures nampak menguat tipis di area 256.50 atau +0.15 poin.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar