Sabtu, 21 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Jenuh Beli, Indeks Saham Australia Catat Rekor Pelemahan

Selasa, 3 Juni 2014 14:06 WIB
Dibaca 413

Monexnews - Bursa saham Australia mencatat pelemahan harian terbesarnya dalam hampir dua pekan terakhir pada sesi Selasa (03/06). Pelaku pasar melakukan aksi jual setelah muncul kekhawatiran kalau harga saham-saham blue-chips sudah naik terlalu tinggi. 

Selain karena faktor harga saham favorit yang sudah jenuh, penurunan harga bijih besi juga berpengaruh terhadap prospek laba emiten sektoral. Harga saham CBA (CBA.AU) turun 0.4% setelah menyentuh rekor tertingginya hari ini. Sementara saham Telstra (TLS.AU) melemah 0.6% setelah bank investasi Credit Suisse menurunkan rating kreditnya pasca dirilisnya rencana harga paket penjualan yang kompetitif dari rival industri, Optus. Di sektor pertambangan, BHP (BHP.AU) anjlok 0.5%, sekaligus memupus kenaikan yang dicatat pada sesi sebelumnya. Harga BHP sempat naik tajam mengikuti lonjakan harga tembaga kemarin. Mengakhiri sesi, indeks acuan S&P/ASX 200 ditutup turun 0.7% pada posisi 5479.7.

Bank Sentral Australia hari ini memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada level 2.5% atau sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar. Reserve Bank menilai kebijakan moneter harus tetap suportif di tengah proses pemulihan ekonomi yang berlangsung lambat. "Tanda-tanda investasi modal di beberapa sektor memang semakin kuat, namun finalisasinya masih tentatif," ujar Gubernur Bank Sentral Australia, Glenn Stevens kepada awak media. Menurutnya, perusahaan dan pelaku bisnis masih menunggu sinyal perbaikan iklim ekonomi yang lebih jelas sebelum memutuskan arah investasi bisnisnya. Sejak bulan November 2011, bank sentral memangkas suku bunga sebanyak delapan kali untuk membendung perlambatan ekonomi pasca booming sektor pertambangan. Pemerintah ingin warga Australia bisa lebih mandiri mendorong perekonomian karena sektor ekspor tengah lesu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar