Rabu, 26 Juli 2017

stock-index  Stock Index

'Jokowi Effect' Pudar, IHSG dan Rupiah Keok Lagi

Rabu, 23 Juli 2014 11:57 WIB
Dibaca 643

Monexnews - Fase penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada tengah pekan ini mulai tertahan. Euforia pasca kemenangan Joko Widodo dalam kontestasi pemilihan presiden terlihat memudar.

Sejak pengumuman Komisi Pemilihan Umum dipublikasikan, indeks gabungan langsung menguat sekitar 1%. Namun di sesi Rabu siang (per 11.30 WIB), penguatan indeks berkurang menjadi sekitar 0.5% yakni pada posisi 5,111.95. Sebanyak 241 saham mencatat kenaikan, 69 saham melemah dan 90 lainnya tidak berubah. Jelang rehat sesi pertama, frekuensi transaksi sebesar 160.312 di mana saham Adhi Karya (ADHI) menuai penurunan paling tajam ke level 3,255. Sementara Kalbe Farma (KLBF) mengukir kinerja terbaik pada level 1,755. Sementara nilai tukar Rupiah merosot dari 11.475 ke 11.520 per Dollar.  

Investor mulai mencerna efek dari pemilihan umum bulan Juli. Presiden yang terpilih dihadapkan pada suatu tugas besar yakni untuk mempeluas lapangan kerja dan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Harga saham Indonesia sendiri sudah dianggap terlalu tinggi, mengacu pada rasio P/E masing-masing emiten dan beberapa faktor lainnya. Terlepas dari stabilitas ekonomi yang baik, Indonesia masih dihadapkan pada pekerjaan rumah berupa pemangkasan defisit neraca transaksi berjalan. Tugas inilah yang harus diterjemahkan oleh Joko Widodo ke dalam berbagai programnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar