Today Analysis Stock Index
Monexnews - Aksi jual besar-besaran yang terjadi di pasar Asia, membuat bursa Asia terpuruk. Sentimen pasar tertekan oleh hasil pertemuan ECB yang tidak menghasilkan langkah kongkrit guna menyelamatkan Eropa dari krisis hutang. Sentimen diperburuk oleh hasil earnings yang mengecewakan dari perusahaan teknologi Jepang. Hasil earnings langsung menenggelamkan pasar Tokyo. Saham Sharp dan Sony langsung merosot tajam akibat perkiraan laba yang menurun. Tidak hanya bursa Tokyo, bursa Seoul, Sydney dan Hong Kong pun mengalami nasib yang sama. Sentimen pasar juga memporak porandakan pasar mata uang dengan sebagian besar mata uang regional melemah setelah pemain pasar beralih ke aset safe-haven diantaranya dolar dan yen.
Harapan pasar langsung sirna saat pimpinan ECB, Mario Draghi mengatakan bahwa bank sentral belum akan melakukan tindakan untuk mengatasi masalah hutang zona Eropa, pernyataan ini muncul satu pekan setelah ia berjanji untuk melakukan segala upaya guna menyelamatkan Eropa dari krisis hutang. Yield obligasi Spanyol bertenor 10 tahun kembali melesat ke atas level 7%. Hal ini akan mempengaruhi pasar global. "ECB kemungkinan menunda untuk melakkan langkah pelonggaran paling tidak hingga pertemuan ECB selanjutnya (6 September)," jelas Anthony Lam, analis Credit Agricole. "Sentimen negatif akan terus menaungi pasar dikarenakan minimnya aksi dari bank sentral, tambah Mr. Lam.
Di Jepang, Nikkei -1.1% ke 8.550 setelah menyentuh level rendah satu pekan di 8.505. Investor menghentikan transaksi pasca rilis earnings yang suram. Penguatan yen juga membebani bursa Tokyo. Sharp anjlok 28% ke level rendah 40 tahun. Shigeo Sugawara, manajer senior Sompo Japan Nipponkoa Asset Management, mengatakan upaya Sharp untuk mengatasi malahnya tidak sesuai dengan harapan investor. Hal ini dikarenakan penguatan yen dan ketidak pastian ekonomi global perusahaan dan tidak dilakukannya reformasi struktural seperti yang diinginkan pasar," tambahnya. Sony, anjlok 8% ke level tahun 1980, setelah perusahaan elektronik raksasa ini menurunkan propsek laba bersih tahun ini. Renesas Electronics -7.2% setelah melaporkan kerugian untuk kuartal pertama, dengan proyeksi kerugian mencapai Y150 miliar.
Berita negatif termasuk data manufaktur yang lemah pada sebagian besar pasar global membuat investor mengalihkan perhatian pada data laporan pekerja AS hari ini. Analis Bank of New Zealand, Kymberly Martin memperingatkkan bahawa aksi jual aset beresiko dalam jumlah besar akan terus berlanjut. Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0.9%, sementara S&P ASX 200 -0.9%, Kospi -0.6% dan Sensex -1.0%. Sementara Shanghai Composite justru naik 0.4% setelah sempat turun tajam.
Harga tembaga cenderung stabil di Asia setelah kemarin sempat merosot tajam namun kondisi ekonomi global yang masih suram membuat outlook harga logam bearish. Di Sydney, Rio Tinto -4.2%, sementara Angang Steel -5.1% di Hong Kong dan SK Hynix -1.9% di Seoul. Komatsu -1.9% di Tokyo, dan Posco -1.8%.
Euro, melemah ke level rendah satu pekan akibat kekecewaan pasar pada ECB, mata uang regional turut tertekan dengan won Korea dan dolar Singapura melemah terhadap dolar AS. Euro di $1.2178 dari $1.2181 kemarin malam di New York dan Y95.17 terhadap yen dari Y95.28. Dolar di Y78.15 dari Y78.20. Minyak Nymex kontrak September perlahan mulai pulih setelah menyentuh level rendah enam sesi. Minyak naik 32 sen di $87.45/barrel di Globex.
(din)

Komentar