Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

stock-index  Stock Index

Kekhawatiran Atas Yunani & China Memicu Aksi Jual di Wall St

Sabtu, 18 April 2015 3:51 WIB
Dibaca 6734

Monexnews - Saham-saham AS merosot tajam pada hari Jumat, memaksa S&P500 mencatat persentase penurunan harian terbesar sejak 25 Maret, seiring sentimen investor terpukul oleh kekhawatiran tentang regulasi di China, negosiasi hutang Yunani dan earnings mengecewakan.

Aksi jual terpicu menyusul munculnya pemberitaan tentang rencana pemerintah China untuk memperlonggar aturan short-selling dan membatasi over-the-counter margin perdagangan. Sementara Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis dijadwalkan untuk bertemu dengan IMF pada hari Jumat, di tengah meningkatnya keprihatinan atas krisis pendanaan di Yunani.

Di sisi earnings, American Express melaporkan laba yang melampaui estimasi setelah bel penutupan perdagangan hari Kamis. Namun pendapatan mereka tergerus oleh penguatan Dollar AS dan berakhirnya beberapa kesepakatan co-branding. General Electric juga melaporkan pendapatan di bawah perkiraan, sebagian diakibatkan oleh dampak negatif dari pergerakan mata uang.

Sedangkan data yang dirilis hari Jumat tidak banyak merubah mood pasar. Indeks harga konsumen bulan Maret dilaporkan tumbuh 0,2%, di bawah ekspektasi 0,3%. Core CPI, yang tidak mencakup makanan dan energi, juga mencatat kenaikan 0,2%. Sementara survey menunjukkan sentimen konsumen AS meningkat melebihi perkiraan pada bulan April.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,54%, dipimpin oleh saham American Express. S&P500 juga ditutup 1,13% lebih rendah, dan Nasdaq Composite kehilangan 1,52%. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar