Jumat, 20 Oktober 2017

stock-index  Stock Index

Kekhawatiran Eropa Picu Koreksi Asia

Jumat, 15 Februari 2013 10:55 WIB
Dibaca 487

Monexnews - Pada perdagangan akhir pekan ini (Jumat, 15/2), secara umum bursa Asia nampak terkoreksi akibat merosotnya minat beresiko investor terkait munculnya lagi kekhawatiran terhadap pertumbuhan zona Eropa serta akibat Wall Street yang ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin.

Kalangan investor mendadak melakukan lepas posisi menyusul data pertumbuhan ekonomi zona euro (GDP) yang merosot kian dalam ke jurang resesi pada tiga bulan terakhir di tahun 2012 lalu. Selain itu negara-negara dengan perekonomian terbesar seperti Jerman dan Perancis termasuk Italia juga turut masuk ke dalam zona resesi. Bahkan di Asia, negara maju seperti Jepang, kemarin turut mencatat angka GDP kuartal 4 yang masih di angka negatif.

Dan pasar hari ini nampak gelisah menjelang dilangsungkannya pertemuan para Menteri Keuangan negara-negara G-20 di Moscow yang akan bertemu hari ini dan besok.  

Di bursa Tokyo, indeks Nikkei – Jepang hari ini terkoreksi terkait masih buruknya angka GDP yang dirilis kemarin seiring dengan penguatan Yen yang cukup tajam hari ini. Bila dibanding dengan sesi kemarin yang bermain di atas kisaran 93 per dollar, hari ini yen sempat menguat ke level 92.56. Dan akibat pengutan yen tersebut, saham-saham eksportir nampak mengalami koreksi. Tercatat raksasa eksportir seperti Toyota Motor, Honda Motor dan Sony semuanya anjlok antara 2.5 s/d 4 persen.  

Sedangkan bursa Kospi – Korea Selatan turut mengalami koreksi lantaran eksportir masih melakukan aksi jual disertai profit taking akibat pelemahan Yen belakangan ini serta akibat terseret oleh aksi lepas posisi di sejumlah lantai bursa Asia. Tercatat saham Hyundai Motors merosot 2.3% sementara Kia Motors merugi 1.1%. Sedangkan saham KB Financial merosot 1% setelah kelompok usaha ING Belanda mengatakan di hari Kamis pihaknya menjual 5% kepemiikannya kepada sejumlah bank di Korea Selatan.

Sementara indeks bursa Hang Seng juga tercatat bergerak di angka negatif akibat bangkitnya lagi kewaspadaan di tengah beberapa data ekonomi yang buruk dari Eropa. Selain itu terkoreksinya pasar di seantero Asia lainnya menyebabkan sektor keuangan dan properti terkena dampak aksi jula. Indeks Hang Seng sendiri merosot lebih dari 0.3% ke area 23,337.97. Tercatat saham China Construction Bank Corp. tumbang hingga 0.5% dan Ping An Insurance Group Co. merosot 0.7%, sedangkan sektor pengembang seperti Sino Land Co. dan Cheung Kong Holdings Ltd masing-masing anjlok 1%. Sementara pasar China daratan masih tutup karena masih dalam suasana liburan tahun baru.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar