Senin, 27 Maret 2017

stock-index  Stock Index

Kekhawatiran Perumahan China Bebani Pasar Asia

Kamis, 18 September 2014 17:20 WIB
Dibaca 444

Monexnews -

Pasar Asia berakhir dengan variatif di perdagangan hari Kamis (18/9) akibat laporan melambatnya harga properti di China mampu mengimbangi katalis positif dari Wall Street setelah pimpinan Fed - Janet Yellen, kembali menjaga sikap kebijakan yang akomodatif.

Saat mengakhiri rapat kebijakan dua harinya, Yellen menegaskan bahwa suku bunga akan naik untuk waktu yang cukup lama setelah program pembelian aset bulanan berakhir. Sedangkan data new home prices y/y China menguat hanya 0.5% di Agustus, dibanding bulan Juli yang naik 2.5%.

Untuk berbasis bulanan, harga mencatat penurunan 4 bulan beruntun. Laporan itu langsung menyulut kekhawatiran terhadap koreksi di pasar real-estate akibat merosotnya penjualan dan besarnya suplai rumah.

Di pasar Jepang, indeks Nikkei (N225) unggul memimpin pasar Asia dengan berakhir di level tinggi 8 bulan sekaligus mencatat kenaikkan harian terbesar dalam 2 pekan terakhir. Indeks Nikkei ditutup rebound +1.13% berkat pelemahan yen membuat eksportir rally kendati buruknya data perdagangan yang meneguhkan bahwa lemahnya yen tidak menaikkan penjualan secra signifikan.

Namun demikian, bursa Korea Selatan tergerus akibat aksi ambil untung investor pada blue-chips otomotif (produsen mobil) setelah indeks berakhir di level tinggi 2 pekan pada sesi sebelumnya. Tercatat saham Hyundai Motor tumbang 9% & saham KIA Motors anjlok 8%, sedangkan indeks utama KOSPI berakhir terkoreksi (-0.72%).

Sementara pasar Hong Kong terjerumus ke zona merah dan ditutup melemah (-0.85%) terkait merebaknya lagi ketakutan masalah ekonomi setelah lemahnya data perumahan China memicu kekhawaitran terhadap memburuknya tren sektor properti sekaligus membebani perekonomian secara luas.
(dar)

 

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar