Selasa, 17 Januari 2017

stock-index Stock Index

Khawatir Dengan Ebola & China, Asia Berakhir Variatif

Jumat, 24 Oktober 2014 17:11 WIB
Dibaca 441

Monexnews -

Pasar ekuiti Asia berakhir variatif di akhir perdagangan sepekan (Jumat, 24/10) akibat kekhawatiran virus Ebola dan China berhasil mengimbangi penguatan bursa Wall Street.

Fokus Asia tertuju ke China yang merilis data ‘new home prices’ yang jatuh 1.3% di September, penurunan pertama dalam 2 tahun terakhir. Laporan itu sontak memicu kekhawatiran terhadap pasar properti, yang menjadi ancaman terbesar terhadap ekonomi. Bursa Jepang berakhir menguat ke level tinggi dalam 2 pekan terakhir berkat pelemahan Yen berhasil mendongkrak eskportir.

Sedangkan kekhawatiran terhadap penyebaran virus Ebola di AS, turut menguatkan saham-saham terkait pengobatan Ebola seperti Fujifilm Holdings yang rally 2.5%. Indeks Nikkei berakhir rally 1.01%, level penutupan terbaik sejak 10 Oktober. Untuk sepekan, indeks masih mencatat gain 5.2%.

Indeks KOSPI - Korea Selatan kembali memangkas gain dan ditutup melemah 0.31% lantaran investor terbebani sejumlah laporan earnings. Sebelum pasar buka, data GDP Korsel mencatat kenaikkan 0.9% untuk periode kuartal Juli-September, sesuai estimasi. Di lantai bursa nampak saham KIA Motors menguat 0.2% setelah melaporkan penurunan laba kuartal sebesar 18.6% dan produsen baja POSCO anjlok 2%.

Pasar Hong Kong berakhir melemah seiring saham sektor properti berjatuhan lantaran terseret turun oleh lemahnya data properti China dan laporan korporasi dari perusahaan ternama. Indeks Hang Seng ditutup turun 0.13%, namun demikian untuk sepekan indeks menguat 1.2%.
(dar)

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar