Rabu, 26 Juli 2017

stock-index  Stock Index

Kinerja Nikkei Dianggap Hanya Koreksi Sehat

Senin, 27 Mei 2013 10:39 WIB
Dibaca 349

Monexnews - Trend penguatan bursa saham Jepang mereda tengah pekan lalu akibat limpahan aksi jual. Kinerja yang tidak begitu mengesankan juga dicatat oleh bursa saham regional lainnya.

Bursa saham global diprediksi mampu mengembalikan performa terbaiknya pekan ini karena iklim suku bunga rendah masih berlaku di negara-negara maju. Investor pekan lalu dikejutkan oleh kabar koreksi saham Jepang sampai di atas 7% pada sesi perdagangan hari Kamis (24/05). Hal ini memunculkan ekspektasi bahwa lonjakan minat beli aset berisiko telah pudar mengingat rasio koreksi tersebut adalah yang terbesar sejak Maret 2011, saat bencana gempa dan trsunami melanda negara itu. Spot Nikkei bahkan tercatat sudah jebol ke bawah 14,000 dan sempat menyambangi level terendah 13,981.

Penurunan kinerja Nikkei mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam hal ini Perdana Menteri Shinzo Abe dan jajarannya. "Apa yang terjadi (di bursa) hanyalah penyesuaian harga setelah penguatan akhir-akhir ini," urai Yasutoshi Nishimura, Senior Vice-Minister Kantor Kabinet Jepang kepada Reuters hari ini. Pemerintah berharap penurunan harga justru bisa membuka peluang bagi investor yang belum menikmati laba dari penguatan saham sepanjang 2013. Perhatian besar juga ditunjukkan oleh tokoh penting di luar Jepang, salah satunya adalah Kepala Federal Reserve Wilayah St.Louis, James Bullard. "Saya tidak kaget dengan volatilitas di (bursa) Jepang. Kalau pasar saham anda bisa menguat secepat itu, maka bersiap juga untuk melihat volatilitas," ujarnya kepada CNBC akhir pekan lalu. Bullard melihat saat ini adalah momen penting bagi perekonomian Jepang sehingga pelaku pasar menyikapinya dengan antusias.

Nikkei sudah menguat fantastis sebanyak lebih dari 70% dalam kurang dari 12 bulan, dan diprediksi segera mengalami penurunan sebelum kemudian menguat lagi. "Saya perkirakan koreksi antara 5% dan 10% sebelum harga berlanjut naik," ujar Nick Beecroft, Senior Market Analyst Saxo Capital Markets. Koreksi sehat dipandang perlu terjadi sebelum bursa merangsek ke rekor tingginya lagi. Apalagi prospek jangka panjang komponen ekuitas Jepang masih bagus karena pemerintah baru saja memulai suatu program pelonggaran moneter agresif guna mencapai target inflasi 2% dalam dua tahun ke depan. Artinya sampai harapan itu terealisasi, kebijakan dana murah pemerintah belum akan berakhir. Spot Nikkei saat ini terpantau di 14160 atau kembali melemah akibat terimbas oleh penguatan Yen. Pun demikian, indeks diharapkan kembali pulih pekan ini berkat adanya dukungan dari kebijakan atau komentar pejabat tinggi pemerintahan serta kinerja Wall Street yang diprediksi positif. Bursa saham Amerika sendiri hari ini libur memperingati Memorial Day dan belum akan mempengaruhi pasar ekuitas regional pada sesi Selasa besok. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar