Senin, 25 September 2017

stock-index  Stock Index

Komentar Bernanke Picu Koreksi Bursa Asia

Kamis, 23 Mei 2013 10:40 WIB
Dibaca 378

Monexnews - Secara umum bursa regional Asia mengalami koreksi di perdagangan hari Kamis (23/5) terutama karena terseret saham-saham di Wall Street yang terkena koreksi cukup dalam menyusul pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve yang memberi sinyal akan menghentikan program stimulus moneter.

Saham-saham berjatuhan setelah Gubernur the Fed - Ben Bernanke, menyatakan bahwa bank sentral berencana akan mencabut program pembelian obligasi mereka dan rencana tersebut kemudian akan dibahas dalam beberapa pertemuan ke depan. Namun demikian wacana tersebut baru sebatas rencana, dan pencabutan itu baru akan dilakukan jika situasi ekonomi AS sudah benar-benar kondusif.

Dan sontak saja komentar itu langsung menghebohkan pasar dan memicu terkoreksinya hampir sebagian besar lantai bursa di Asia. Kecuali Nikkei, pasar Hang Seng – Hong Kong dan Kospi – Korea Selatan mengalami keterpurukan cukup dalam. Sentimen pasar juga semakin negatif setelah angka aktivitas manufaktur PMI HSBC-China bulan Mei, merosot menjadi 49.6 dari sebelumnya 50.4. Dan data itu menimbulkan kekhawatiran baru dimana investor kini mulai meragukan terhadap mulusnya proses pemulihan yang kini tengah berlangsung di negei tirai bambu.

Tercatat indeks utama Hang Seng mengalami penurunan hingga lebih dari -1.2% ke area kisaran 22990.97 atau merosot -272.69 poin, sedangkan indeks Hang Seng futures juga turut tumbang hingga lebih dari -320 poin pada kisaran 22910. Sedangkan indeks utama Kospi nampak terkoreksi -0.65% pada kisaran 1981.00 atau merosot -12.83 poin, sedangkan Kospi-fut juga terlihat meroto hingga -130 poin pada kisaran 258.80.

Sementara indeks bursa Nikkei – Jepang justru mengalami rally di perdagangan Asia terutama terkait dengan pelemahan yen hari ini setelah Federal Reserve AS semalam mengindikasi akan menurunkan skala stimulus moneternya. Dalam pertemuan Federal Reserve AS, sejumlah anggota dewan menyatakan kesediaanya untuk mengurangi program pelonggaran kuantitatif mulai Juni, jika angk-angka ekonomi yang di rilis menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Namun itupun masih menjadi perdebatan terutama mengenai syarat-syarat pengurangan program tersebut.

Pernyataan tersebut langsung mengundang reaksi positif bagi pemegang aset dollar AS (USD) dan menyebabkan USD melesat terutama terhadap mata uang Jepang. Dan akibat pelemahan yen tersebut, sejumlah eksportir langsung melesat sehingga dapat menandingi kemerosotan yang terjadi pada sektor perbankan hari ini. Indeks Nikkei terpantau sempat menguat lebih dari 1.7% pada kisaran 15876.94 atau meraih gain +249.68 poin setelah berakhir pada level tinggi baru sejak Desember 2007 lalu setidaknya dalam empat hari perdagangan terakhir.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar