Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news Inflasi Inggris tumbuh pada laju tahunan 1.6% di Desember vs 1.2% di November, estimasi 1.4%

stock-index Stock Index

Komentar Yellen Benamkan Wall Street

Kamis, 20 Maret 2014 4:37 WIB
Dibaca 1210

Monexnews -

Bursa saham AS anjlok dan yield obligasi melonjak pada hari Rabu setelah ketua Fed Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga dapat terjadi sekitar enam bulan setelah the Fed menyelesaikan pembelian obligasi.

Indeks S&P 500 turun sebanyak 11.48 poin, atau 0.6%, menjadi 1,860.77, penurunan terbesar datang setelah komentar Yellen selama konfrensi pers. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 114.02 poin atau 0.7% menjadi 16,222.17. Sementara itu Nasdaq Composite melemah 25.71 poin, atau 0.68% menjadi 4,307.60.

Keputusan FOMC adalah memangkas pembelian obligasi lainnya sebesar $10 milyar pada bulan ini dan mengubah cara dalam menghitung target pengangguran dan inflasi untuk memutuskan kenaikan suku bunga.

Yellen menjawab pertanyaan dari pers setelah pengumuman kebijakan Fed dalam konfrensi pers pertamanya sebagai ketua Fed.

Bursa saham, yang bergerak datar sebelum pernyataan Fed, anjlok setelah itu. Namun penurunan tajam, datang ketika seorang wartawan bertanya kepada Yellen pada seberapa lama the Fed akan menunggu untuk naikan suku bunga setelah mereka hentikan pembelian obligasi.

Yellen mengatakan dalam bahwa bahasa Fed bahwa “mungkin itu akan di lakukan sekitar enam bulan setelah penghentian program stimulus. “Pengurangan pembelian obligasi Fed diperkirakan akan berakhir di bulan Oktober atau November, jadi potensi untuk kenaikan pertama suku bunga adalah sekitar bulan April atau Mei 2015.

“Itu akan berikan peringatan keras bahwa QE tidak akan selamanya ada dan QE kemungkinan akan berakhir di musim panas ini. Kemudian ketika dia mencatat bahwa “waktu yang di pertimbangkan” untuk pertahankan suku bunga dalam kisaran saat ini adalah sekitar enam bulan setelah QE berakhir, ini membuka kesempatan untuk suku bunga yang lebih tinggi di bulan April. Bulan Juli adalah konsensus untuk kenaikan suku bunga pertama,” kata Ryan Detrick, analis teknikal senior di Schaeffer’s Investment Research.

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar