Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news Indeks Harga Konsumen AS tumbuh 0.3% di Desember vs. 0.2% di November, estimasi 0.3%

stock-index Stock Index

Krisis Thailand Hambat Kinerja Saham Asia Tenggara

Rabu, 7 Mei 2014 10:42 WIB
Dibaca 358

Monexnews - Selain harus mencermati perkembangan politik di Eropa Utara, investor Asia hari ini patut memantau apa yang terjadi di negara Thailand. Perebutan kekuasaan di Bangkok dapat meruntuhkan citra Asia Tenggara di mata pemodal asing. 

Selama enam bulan terakhir, Thailand dilanda krisis politik dan pemerintahan. Demonstrasi besar-besaran dilakukan setiap hari oleh warga oposisi untuk meminta Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur. Kini pelaku ekonomi sedang menunggu putusan Mahkamah Konstitusi Thailand soal permintaan terhadap pemecatan Shinawatra dan anggota kabinetnya.

Selain isu politik, Thailand juga sedang dilanda krisis sosial antar agama. Pihak kepolisian melaporkan bahwa setidaknya 6 orang terluka dalam aksi serangan bom terbaru di selatan kota Hat Yai. Walaupun belum ada cukup bukti, polisi mensinyalir ulah ini dilakukan oleh pemberontak muslim yang bermarkas dekat perbatasan Malaysia. Sentimen agama antara warga Islam dan Budha nerap terjadi, khususnya di kota Hat Yai, di mana peraturan tentang toleransi beragama sangatlah longgar.

Kombinasi berita negatif itu makin menggerus image pasar modal Asia Tenggara, yang justru tengah berjuang untuk bangkit. Indeks SET Thailand melemah 0.9% ke 1392.5 sesaat setelah pembukaan sesi. FTSE Straits Times Singapura terkoreksi 0.5%, dipimpin oleh penurunan harga saham Wilmar International Ltd. (F34.SG) dan Global Logistic Properties Ltd. (MC0.SG), masing-masing sebanyak 1.5% dan1.1%. Indeks PSEi Filipina anjlok 0.2% akibat terpengaruh koreksi saham SM Prime Holdings Inc. (SMPH.PH) sebanyak 1.7%. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia's justru berhasil menguat 0.2%.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar