Rabu, 29 Maret 2017

breaking-news Indeks Kepercayaan Konsumen AS melonjak ke 125.6 di bulan Maret, melampaui estimasi 114.0

stock-index  Stock Index

Lagi, Kejatuhan Harga Minyak Negatifkan Wall Street

Selasa, 13 Januari 2015 4:34 WIB
Dibaca 502

Monexnews - 

Bursa saham AS jatuh, setelah indeks Standard & Poor's 500 membukukan pelemahan mingguan kedua beruntun pertama kalinya sejak Oktober, seiring berlanjutnya aksi jual di minyak yang telah menyeret turun saham di sektor energi sebelum dimulainya musim earnings perusahaan.

Saham-saham sektor energi merosot sebesar 2.8%, itu adalah yang terbesar di antara 10 kelompok di S&P 500, seiring harga minyak mentah turun sebesar 4%. Saham Tiffany & Co. melemah sebesar 14% setelah retailer perhiasan tersebut menurunkan perkiraan tahunan mereka setelah penjualannya turun selama musim liburan. Saham SanDisk Corp. turun ke level terendah dalam hampir enam tahun setelah melaporkan hasil awal yang di bawah estimasi mereka sendiri.

Indeks S&P 500 tergelincir sebesar 0.8% menjadi 2,028.86 pada penutupan pasar di New York. Kerugian meningkat setelah pasar di buka di tengah indeks patokan yang turun melewati harga rata-rata untuk 50 hari terakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 96.53 poin, atau 0.5% menjadi 17,643.86. Indeks Nasdaq 100 tergelincir sebesar 1% karena melemahnya saham teknologi.

Matt Maley, analis ekuitas di Miller Tabak & Co.di Massachusetts mengatakan bahwa ketika anda melihat pergerakan sekitar 1% di dua arah, jelas masih ada ketidakpastian diluar sana dan itu biasanya bukan tanda dari pasar yang sehat. Dengan akan dimulainya musim earnings, pertanyaannya saat ini adalah seberapa besar penurunan di saham perusahaan energi yang sudah di priced in.

Indeks telah melemah sebesar 0.7% pada pekan lalu, setelah anjlok 1.5% pada pekan sebelumnya, di tengah kecemasan pada penurunan harga minyak, turunnya nilai upah di AS dan bahwa rencana pembelian obligasi European Central Bank tidak cukup untuk mengatasi deflasi.

Investor telah cukup gugup selama beberapa pekan seiring indeks S&P 500 bergerak volatile lebih dari 1% dalam tiga hari yang berbeda, dengan pergerakan rata-rata sekitar 1.3% untuk sepekan penuh. Volatilitas berlawanan dengan di tahun 2014, ketika indeks berfluktuasi sekitar 0.53% untuk rata-rata tiap hari untuk menjadi tahun yang tenang untuk bursa saham AS sejak 2006.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar