Minggu, 23 Juli 2017

stock-index  Stock Index

Libur Tahun Baru China, Bursa Asia Mix

Senin, 11 Februari 2013 15:01 WIB
Dibaca 810

Monexnews -Bursa saham Australia bergerak konsolidasi pasca gain yang terjadi saat ini. Penguatan bursa terjadi menjelang data kunci pekan ini diantaranya laporan earnings domestik, pertemuan para menteri keuangan Eropa dan pernyataan Presiden Barack Obama. Dalam masa liburan tahun baru China, pasar bergerak relatif minim.

Pasar China, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan Vietnam libur untuk tahun baru. S&P/ASX 200 Australia turun 0.1%. Fokus pasar tertuju pada laporan sektor ritel, dengan JB Hi-Fi melambung 17.2% akibat rilis earnings yang melampaui ekspektasi, pembagian dividen dan outlook yang positif, sementara Harvey Norman naik 7.0%, terbantu penguatan saham JB Hi-Fi. 

"Dengan pasar China yang ditutup untuk hari raya tahun baru pekan ini dan kalendar ekonomi yang relatif sepi, laporan earnings akan menjadi fokus utama pasar. Sementara analis relatif bersikap konservatif atas ekspektasi pertumbuhan penjualan. Aksi jual yang terjadi pada saham Cochlear Australia pekan lalu mengindikasikan banyaknya saham yag meleset dari estimasi," jelas Ric Spooner, kepala analis pasar CMC Markets. Saham sumber daya alam bergerak mix, dengan BHP Billiton dan Rio Tinto masing-masing turun 0.7% dan 0.5%, sementara Fortescue Metals Group naik 1.1% dan OZ Minerals gain 1.2%.

"Antisipasi atas koreksi pasar meningkat. Sementara data trade balance dari China pekan lalu cukup kuat untuk menahan sentimen pasar," jelas trader senior CMC Markets, Tim Waterer. Saham Selandia Baru sebagian besar bergerak turun dengan NZX-50 turun 0.1% dalam minimnya perdagangan pasar. Saham Chorus Group turun 0.6%. Indeks Sensex India bergerak flat, PSE Composite Filipina naik 0.4%, JSX Indonesia naik 0.4% dan SET index Thailand gain 0.2%.

Sementara dolar AS perlahan melemah terhadap yen Jepang di tengah minimnya volume perdagangan. Dolar di Y92.53 dari Y92.66 hari Jumat malam di New York. Investor menunggu hasil pertemuan para menteri keuangan anggota G 20 Moscow pekan ini yang akan mengedepankan depresiasi mata uang.

(din)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar