Kamis, 25 Mei 2017

stock-index  Stock Index

Meski Koreksi, 3 Indeks AS Tutup September dengan Catatan Positif

Selasa, 1 Oktober 2013 9:36 WIB
Dibaca 380

Monexnews - Bursa saham Wall Street kembali terkoreksi pada sesi perdagangan Senin (30/09). Investor seakan tidak peduli apakah pejabat kongres bisa mencapai kesepakatan dengan pemerintah agar 'shutdown' bisa dihindari sebelum tengah malam. Mereka hanya ingin melakukan aksi jual, jual dan jual.

Indeks utama Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari 128 poin atau nyaris 1% ke posisi 15,129.67. Sementara S&P 500 dan Nasdaq anjlok 0.6% dan 0.3% ke level 1,681.55 dan 3,771.48. Namun demikian, ketiga indeks utama New York tersebut masih menguat antara 15% dan 24% sepanjang tahun ini. Dow Jones dan S&P bahkan menutup September dengan kenaikan bulanan antara 2% dan 3% dengan rekor tertinggi baru tercatat sekitar dua pekan lalu. Sedangkan untuk kuartal III, indeks yang mencatat kinerja paling cemerlang adalah Nasdaq, dengan tuaian gain sebanyak 11%.

Sulit bagi bursa saham untuk mengulang torehan apik itu di bulan Oktober maupun kuartal IV. Belum apa-apa, pelaku pasar sudah diguncang isu negatif berupa penghentian aktivitas operasional pemerintah atau 'shutdown'. Walaupun jika nantinya hanya berlangsung sesaat, efek jangka pendek yang ditimbulkan bisa sangat buruk. Selain membekukan aktivitas ekonomi sektor tertentu, shutdown dapat meruntuhkan kepercayaan publik terhadap stabilitas politik di Amerika Serikat.

Jangan heran jika dalam beberapa pekan ke depan banyak perusahaan memangkas target keuntungannya untuk tahun 2014 mendatang. Event musiman earnings atau pengumuman hasil laba rugi kuartal III akan menjadi penentu sejauh mana optimisme pelaku korporasi dalam menyambut geliat bisnis di tengah carut marutnya dinamika isu politik Amerika.

Selain soal shutdown, ancaman terbesar untuk perekonomian berasal dari sektor fiskal. Pemerintah Washington sebentar lagi tidak akan bisa mengakses dana segar karena proposal kenaikan plafon hutang belum juga mendapat persetujuan kongres. Jika pejabat legislatif tetap enggan memberi restu untuk revisi batas hutang, maka pemerintah tidak akan bisa membayar tagihan hutangnya yang jatuh tempo bulan ini. Skenario seperti inilah yang akan dijadikan alasan bagi agensi rating untuk memangkas peringkat kredit Amerika ke level yang lebih rendah. Negeri Paman Sam siap kehilangan statusnya sebagai lahan investasi dan bisnis paling cemerlang di dunia.

Shutdown tidak hanya berpengaruh negatif dalam skala lokal. Nyaris seluruh bursa saham lintas benua juga turut anjlok akibat limpahan berita negatif dari Amerika. Bursa saham Eropa dan Asia ditutup dengan pelemahan, dan hanya indeks Shanghai yang berakhir positif pada sesi kemarin.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar