Rabu, 25 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

stock-index  Stock Index

Minim Transaksi, Bursa Asia Lesu

Senin, 29 April 2013 11:56 WIB
Dibaca 418

Monexnews - Secara umum bursa Asia nampak bergerak lesu di awal pekan ini (Senin, 29/4) terutama akibat terpengaruh oleh Wall Street yang di tutup negatif pada akhir pekan lalu setelah angka pertumbuhan ekonomi Amerika yang di rilis pada hari itu muncul mengecewakan pasar.

Dan akibat kekecawaan tesebut, minat pasar terhadap aset beresiko (risk appetite) nampak merosot hari ini. Volume transaksi di bursa juga terlihat minim lantaran pasar Tokyo dan Shanghai hari ini tutup berkenan libur nasional Golden Week. Dan bursa Shanghai akan kembali buka hari Kamis depan. Angka GDP AS kuartal pertama tercatat tumbuh sebesar 2.5% dan berada di bawah ekspektasi 3%. Namun angka tersebut jauh lebih tinggi bila di banding kuartal sebelumnya yang tercatat 0.4%.  

Di lantai bursa Korea Selatan, indeks Kospi nampak terperosok di kisaran negatif terutama akibat merebaknya pesimisme investor setelah hari Minggu kemarin pemerintah mengingatkan bahwa pelemahan yen belakangan ini akan menghambat laju kenaikkan ekspor Korea Selatan untuk bulan April. Selain itu investor di bursa Seoul ini juga terpengaruh oleh Wall Street yang berakhir melemah di akhir pekan lalu setelah angka pertumbuhan ekonomi AS di rilis sedikit mengecewakan.

Tercatat saham Samsung Electronics merosot lebih dari 0.5 persen setelah rilis peluncuran smartphone barunya Galaxy S4 pada akhir pekan lalu, dan kalangan pelaku pasar nampak enggan melakukan aksi beli hingga data penjualan Galaxy tersebut di rilis. Namun demikian sektor automakers nampak masih menopang indeks bursa Seoul ini dengan kenaikkan saham masing-masing 2 persen dari Hyundai Motor dan Kia Motor seiring Hyundai memulai lagi produskinya setelah terhenti akibat kekisruhan dengan serikat pekerja-nya.

Sementara indeks bursa Hang Seng har ini juga bergerak lesu bahkan kini sudah tercatat di angka negatif akibat minimnya minat investor untuk memasuki pasar lantaran tutupnya bursa Shanghai China berkenaan dengan libur Golden Week hingga hari Rabu lusa. Selin itu pelemahan di sektor energi turut membatasi penguatan Hang Seng hari ini. Tercatat saham China Coal Energy merosot hingga 3%, sementara China Shenua Energy dan penambang minyak terbesar Asia, Sinopec, jatuh 1% lantaran terseret merosotnya minyak mentah berjangka A.S. Selama dua hari beruntun minyak mentah telah menurun akibat kekhawatiran terhadap melambatnya permintaan dari konsumen minyak terbesar dunia.

Dan sepanjang pekan ini, kalangan investor akan terfokus pada pertemuan the Fed pada hari Rabu serta data ketenaga kerjaan (Non-farm Payrolls) di hari Jumat. Selain itu ekspektasi pemangkasan suku buga dari ECB (Bank Sentral Eropa) sudah banyak diharpakan seiring bank sentral itu akan melakukan pertemuannya pada hari Kamis depan.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar